KEMULIAAN DALAM KRISTUS
YOHANES 1-2
Yesus adalah kemuliaan Allah yang hadir dalam rupa manusia.
Matahari terbenam di sore hari memberi kita kesempatan untuk menyaksikan secercah kemuliaan Allah. Namun, seindah apa pun pemandangan itu, keindahannya hanyalah gambaran kecil dan sementara dari kemuliaan Allah yang kekal. Di bagian awal Injil Yohanes, kita menemukan penyingkapan kemuliaan Allah yang jauh lebih terang dan indah daripada matahari terbenam mana pun.
Yohanes mengabadikan melalui kata-kata sebuah momen dalam sejarah ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kata demi kata dirangkai Yohanes untuk menggambarkan kemuliaan Allah yang luar biasa di bumi, yang dapat disaksikan oleh mata manusia: “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” (Yoh. 1:14–18).
Allah telah datang ke dunia dalam pribadi Yesus. Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan kehadiran-Nya di tengah umat Israel melalui Kemah Suci. Kini, melalui Yesus, Allah sendiri datang dan tinggal di tengah-tengah manusia supaya kita dapat mengenal dan melihat kemuliaan-Nya. Dia adalah kebenaran. Dialah penggenapan seluruh janji keselamatan yang Allah nyatakan sepanjang Perjanjian Lama.
Hukum Taurat yang diberikan melalui Musa memperlihatkan karakter Allah yang kudus dan tuntutan-Nya yang benar. Namun, melalui Yesus Kristus, kita juga melihat betapa besar belas kasihan dan anugerah Allah kepada manusia yang berdosa. Anak Allah datang ke dunia karena Allah berkenan menyatakan diri-Nya supaya kita dapat mengenal-Nya.
Seluruh perjalanan sejarah sedang bergerak menuju momen yang luar biasa ini. Dunia yang telah dirusak oleh dosa begitu membutuhkan kedatangan Sang Juruselamat. Yesus Kristus, yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, datang untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan sendiri. Melalui kehidupan dan kematian-Nya, Yesus membuka jalan bagi manusia berdosa untuk diterima dan dibenarkan di hadapan Allah.
Keselamatan kita bukanlah hasil usaha atau kebaikan kita sendiri. Kita dapat datang kepada Allah hanya karena apa yang telah Kristus kerjakan bagi kita. Karena itu, berhentilah sejenak hari ini. Di tengah kesibukan, kekhawatiran, dan berbagai hal yang memenuhi pikiran kita, arahkan kembali pandangan hati kita kepada Yesus Kristus. Renungkanlah betapa mulianya Dia, yang rela datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa seperti kita.
Refleksi
Bacalah Keluaran 31:12-18 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 1-2