DIKERASKAN OLEH TIPU DAYA DOSA

Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.  Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. Lukas 23:8-9 

 

Kedatangan Yesus di istana Herodes pada Jumat Agung pertama sangat menyenangkan hati Herodes. Dia pasti sudah sering menerima berita tentang mukjizat, ajaran, dan pengaruh Yesus. Maka, setelah penangkapan Yesus, Herodes "mengajukan banyak pertanyaan" dan berharap "melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda." Tetapi Yesus tidak mau berbicara. Pada saat Herodes siap untuk berbicara dengan Yesus, Anak Allah “tidak memberi jawaban apapun." 

 

Mengapa Yesus tidak menanggapi? Apakah Dia sedang membuang kesempatan untuk menginjili? Tidak—Yesus tahu motif dan kondisi hati Herodes bahwa, hati Herodes telah mengeras dan tidak mau bertobat. Maka, Yesus menegur Herodes dengan tidak menjawab apa-apa, sehingga membuat Herodes menunjukkan sifat aslinya. Dan itulah yang sebenarnya terjadi: keheningan itu membuat raja sangat marah sehingga “Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus” (Lukas 23:11).

 

Ada saat dalam kehidupan Herodes ketika dia belum dikeraskan oleh tipu daya dosa. Ketika dia mendengarkan khotbah Yohanes Pembaptis, “hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia” (Markus 6:20). Khotbah Yohanes menggugah Herodes. Namun ketika kata-kata pengkhotbah itu mulai mengkonfrontasi Herodes dengan dosanya sendiri—perzinaannya, hatinya yang penuh nafsu—maka, pada saat itu, dia tidak ingin mendengar lagi (Matius 14:4-5).

 

Apa yang terjadi pada Herodes bisa terjadi pada siapa saja. Awalnya ia masih tersentuh oleh kebenaran, tetapi ia memilih untuk terus hidup dalam dosa dan menolak bertobat. Lama-kelamaan, hatinya semakin keras sampai ia tidak lagi bisa merespons Injil dengan benar. Akhirnya, ia bukan hanya menolak Yesus, tetapi juga menghina-Nya. Seperti yang dikatakan Sinclair Ferguson, "Jika kita tidak membungkam dosa, dosa akan membungkam hati nurani kita. Jika kita tidak mendengar firman Tuhan, akan tiba saatnya kita meremehkan Anak-Nya, dan Tuhan tidak akan berkata apa-apa lagi kepada kita." Herodes adalah peringatan bagi kita, seperti yang dikatakan himne kuno ini:

 

Jangan menunggu sampai bayangan itu memanjang, sampai kamu bertambah tua;

Berkumpullah sekarang dan bernyanyilah bagi Yesus, ke mana pun kamu pergi.

-  John R. Colgan, Mighty Army of the Young (terjemahan bebas)

 

Karena itu, jangan menunda pertobatan. Dosa itu menipu dan bisa mengeraskan hati kita (Ibrani 3:13). Periksa diri Anda—adakah bagian dalam hidup Anda di mana firman Tuhan sudah berbicara dengan jelas, tetapi Anda masih menolak untuk taat? Jangan terus melawan. Mintalah pengampunan, bertobatlah, dan percayalah bahwa selama kita datang kepada-Nya, kita tidak perlu takut akan keheningan Kristus.

 

 

Refleksi

Bacalah Yakobus 4:4-10  dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 34-36 : Markus 9:1-29

Truth For Life – Alistair Beg