SEGALA SESUATU DIPERBARUI
Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Wahyu 21:3-4
Seluruh gagasan tentang langit baru dan bumi baru sulit dipahami. Namun, kita dapat mengatakan dengan keyakinan mutlak bahwa Allah akan mengambil apa yang ada saat ini dan mengubahnya, dan Dia telah menetapkan bahwa tidak seorang pun dan tidak ada apa pun yang akan mampu menghancurkan kerajaan-Nya yang telah disempurnakan. Kita dapat mengatakan ini dengan keyakinan karena Dialah Allah yang berkuasa untuk menepati janji-janji-Nya, di mana penggenapannya yang paling mulia terlihat di kayu salib dan makam yang kosong. Saat ini, di balik layar dari apa yang kita sebut sejarah, Allah sedang bersiap untuk mendatangkan kerajaan-Nya dalam segala kepenuhannya—dan hal itu, pada kenyataannya, adalah sesuatu yang telah Dia persiapkan sejak kekekalan. Ketika Kristus kembali, Dia akan mengantar kerajaan baru ini, langit dan bumi baru tempat kebenaran berdiam.
Ketika kerajaan Allah yang sempurna akhirnya ditegakkan, dosa akan dihukum, keadilan akan dipuaskan, dan kejahatan akan dihancurkan. Tidak akan ada lagi kematian, ratapan, tangisan, atau rasa sakit. Itu semua hanyalah "segala sesuatu yang lama" yang akan "berlalu." Ketika Allah menegakkan kerajaan-Nya, ketika rencana-Nya yang sempurna terungkap, tidak seorang pun dan tidak ada yang akan dapat merusaknya.
Kata "baru" sebagaimana digunakan untuk menggambarkan langit dan bumi baru dalam Wahyu tidak menggambarkan waktu atau asal-usul; kata itu menggambarkan jenis dan kualitas. Dengan kata lain, Allah akan mengubah ciptaan sehingga mencerminkan semua kemuliaan dan keagungan yang semula Dia maksudkan. Keinginan Iblis untuk menyaksikan Allah menghancurkan ciptaan-Nya akan kandas. Sebaliknya, Allah akan menggunakan api untuk memurnikannya, sebagaimana Dia pernah menggunakan air bah pada zaman Nuh (2 Petrus 3:5-7).
Jadi bumi yang baru akan tetap menjadi bumi. Bumi akan menjadi tempat fisik yang dihuni oleh manusia fisik, tetapi sekarang “penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya" (Yesaya 11:9). Maka, tidak mengherankan jika seluruh ciptaan menantikan saat dibebaskan dari belenggu dosa dan kebusukan (Roma 8:19-22)!
Ciptaan baru ini layak untuk dinantikan. Layak untuk dijalani dan bahkan untuk mati karenanya. Allah akan memperbarui segala sesuatu—jiwa kita, pikiran kita, tubuh kita, dan bahkan lingkungan tempat kita tinggal. Tidak satu pun hal yang saat ini merusak kehidupan di bumi akan hadir, dan semua yang diharapkan, semua yang diantisipasi, akan menemukan pemenuhannya.
Jadi, kita "menantikan" (Roma 8:23). Tidak perlu putus asa, tidak peduli seberapa gelapnya hidup ini—karena hari ketika Allah menghapus air mata Anda sudah di depan mata. Dan "kita menantikannya dengan tekun" (ayat 25). Tidak perlu berusaha meraih semua yang Anda pikir Anda butuhkan sekarang, tidak peduli seberapa menggodanya itu—karena hari ketika Allah mendatangkan semua sukacita dan kepuasan yang dapat Anda bayangkan sudah di depan mata. Biarkan keinginan dan kesabaran menjadi semboyan Anda hari ini.
Refleksi
Bacalah Roma 8:18-25 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaaan Alkitab Setahun: Zakharia 13-14 ; Lukas 24: 1-35
Truth For Life – Alistair Beg