SINGKATNYA HIDUP

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia … Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia. Mazmur 103:15-17

 

Hidup berlalu jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Saya masih ingat jelas saat kelahiran anak pertama saya—rasanya baru sebentar, tiba-tiba dia sudah menjadi remaja. Ketika kecil, jarak antara 1 Desember dan 25 Desember terasa begitu lama; tapi sekarang, waktu seolah berlalu dengan cepat. Tiba-tiba, kita menyadari usia kita yang bertambah atau mendengar kabar teman sebaya meninggal, dan kita sadar bahwa hidup ini sangat singkat. Kita memang bisa “berkembang” untuk sementara, tapi tidak selamanya.

 

Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik dan mental kita mulai melemah, teman-teman lama meninggalkan kita, kebiasaan lama yang akrab hilang, dan ambisi yang dulu kita pegang mulai memudar. Namun, kenyataan ini seharusnya tidak membuat kita putus asa, melainkan mendorong kita untuk bertindak. Seperti rumput yang punya waktu terbatas untuk tumbuh, kita juga hanya punya sejumlah hari di dunia ini—dan setiap hari adalah kesempatan! Seorang ahli Alkitab, Derek Kidner, berkata, “Biarlah suara rantai maut menggema di telinga kita dan memotivasi kita untuk bertindak.”

 

Dengan waktu yang masih kita miliki, kita dapat mengangkat pandangan kita ke “ladang”—ke orang-orang di sekitar kita yang belum mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka, yang belum merasakan kasih setia Tuhan yang kekal. Yesus berkata bahwa ladang-ladang itu sudah “menguning dan siap dituai” (Yohanes 4:35).

 

Alkitab tidak menyuruh kita menunggu sampai lulus, menikah, mapan, atau pensiun untuk melayani Kristus. Sebaliknya, kita dipanggil untuk melayani hari ini. Orang bijak tahu bahwa waktu kita terbatas dan cara terbaik untuk menggunakannya adalah dengan melakukan pekerjaan Tuhan.

 

Jadi, apakah Anda berada di awal kehidupan, merasa di puncak kehidupan, atau sedang menengok ke belakang melihat perjalanan hidup, sebelum kekuatan Anda habis dan tubuh Anda melemah, apakah Anda akan memilih hidup sepenuhnya untuk Yesus Kristus? Jika Anda menunggu besok, mungkin besok sudah terlambat. Seperti kata C.T. Studd:
“Hanya satu kehidupan, yang segera berlalu. Hanya yang dilakukan untuk Kristus yang bertahan selamanya.”

 

Karena itu, pandanglah hari-hari Anda di dunia ini seperti “rumput” yang fana. Habiskan waktu Anda dengan rasa kagum pada Tuhan yang mengasihi Anda untuk selama-lamanya. Jangan gunakan hidup Anda untuk membangun “kerajaan pasir” Anda sendiri, tetapi kerjakanlah hal-hal yang menjadi bagian dari satu-satunya kerajaan yang bertahan selamanya. Dan berdoalah agar Tuhan “meneguhkan perbuatan tanganmu” (Mazmur 90:17), baik hari ini maupun di sepanjang tahun yang akan datang.

 

Refleksi

Bacalah Mazmur 90 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaaan Alkitab SetahunMaleakhi 1- 4 ; Lukas 24 : 36 - 53

Truth For Life – Alistair Beg