BERHALA TIDAK PERNAH MENEPATI JANJI
MAZMUR 115–118

 

Setiap berhala menjanjikan sesuatu yang tidak dapat diberikannya. Karena itu, menaruh harapan pada berhala pada akhirnya selalu membawa kekecewaan.

 

Ketika mendengar kata berhala, banyak orang langsung membayangkan patung-patung yang disembah di kuil atau tempat ibadah agama tertentu. Memang, penyembahan seperti itu adalah bentuk penyembahan berhala yang nyata dan merupakan kejahatan rohani yang serius. Namun, Alkitab memberikan pengertian yang jauh lebih luas tentang apa itu berhala dan bagaimana penyembahan berhala bekerja.

 

Alkitab menunjukkan bahwa berhala adalah apa pun yang menguasai dan memerintah hati kita, selain Allah. Karena hati adalah pusat dari seluruh keberadaan manusia, apa pun yang mengendalikan hati kita pada akhirnya akan mengendalikan pikiran, keinginan, pilihan, perkataan, dan tindakan kita.

 

Allah menciptakan manusia untuk menjadi penyembah. Oleh sebab itu, kita selalu menyerahkan kendali hati kita kepada sesuatu, entah kepada Allah atau kepada sesuatu dalam ciptaan. Artinya, hampir apa pun dapat menjadi berhala. Berhala tidak selalu berupa sesuatu yang jelas-jelas jahat, walaupun penyembahan berhala sendiri selalu merupakan dosa. Bahkan keinginan terhadap sesuatu yang baik pun dapat berubah menjadi berhala ketika hal itu mulai memerintah hati kita.

 

Ketika hati kita berpaling dari Allah, hati itu tidak pernah berhenti menyembah. Sebaliknya, hati akan mulai menyembah hal lain dan itulah berhala. Kita sering membiarkan berbagai hal menjadi lebih penting dan lebih kita butuhkan daripada yang seharusnya. Akibatnya, hal-hal itu mulai mengendalikan cara kita hidup. Jalan seperti ini tidak pernah membawa kepada kehidupan yang baik.

 

Mazmur 115 menunjukkan betapa sia-sianya menaruh harapan pada berhala: "Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium," (Mzm. 115:4–6). Mazmur ini menggunakan sindiran yang tajam. Dalam penyembahan, pada akhirnya hanya ada dua pilihan. Kita dapat menyembah Allah yang hidup, yang berdaulat atas langit dan bumi, yang memiliki kuasa penuh untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Atau kita dapat menyembah sesuatu yang dibuat oleh tangan manusia, sesuatu yang tidak memiliki hidup ataupun kuasa.

 

Pemazmur menunjukkan betapa sia-sianya berhala. Berhala mempunyai mata tetapi tidak melihat, telinga tetapi tidak mendengar, hidung tetapi tidak mencium. Seolah-olah pemazmur berkata, "Inikah yang kamu pilih untuk menggantikan Allah Yang Mahakuasa yang memerintah atas segala sesuatu?"

 

Inilah yang juga diungkapkan Injil tentang hati manusia. Dosa bukan hanya membuat kita melanggar aturan Allah, tetapi juga membuat kita menggantikan Allah dengan sesuatu yang lain sebagai pusat hidup kita. Kita mencari identitas, keamanan, sukacita, dan harapan pada hal-hal yang diciptakan, padahal hanya Sang Pencipta yang sanggup memuaskan hati manusia. Berhala selalu menjanjikan lebih daripada yang bisa diberikannya. Ia menjanjikan kebahagiaan, tetapi meninggalkan kekosongan. Ia menjanjikan keamanan, tetapi menghasilkan ketakutan. Ia menjanjikan kepuasan, tetapi membuat kita terus merasa kurang.

 

Namun, kabar baiknya adalah bahwa Yesus Kristus datang untuk membebaskan kita dari perbudakan berhala. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia bukan hanya mengampuni penyembahan berhala kita, tetapi juga memperbarui hati kita supaya kembali mengasihi dan menyembah Allah yang benar. Kristus tidak sekadar menghancurkan berhala di luar diri kita, tetapi juga membebaskan hati kita dari kuasa berhala di dalam diri kita.

 

Karena itu, tanyakanlah hari ini kepada diri Anda sendiri: “Apa yang sedang menguasai hatiku? Apa yang paling menentukan keputusan, keinginan, dan cara hidupku?” Datanglah kepada takhta kasih karunia Allah. Akuilah setiap kecenderungan hati Anda yang menggantikan Allah dengan hal lain. Mohonlah agar Roh Kudus memberi kekuatan untuk menolak segala bentuk berhala, sehingga Anda dapat hidup sebagai penyembah sejati yang menemukan sukacita dan kepuasan hanya di dalam Kristus. Sebab hanya Allah yang hidup layak menerima seluruh penyembahan kita, dan hanya di dalam Dia hati manusia menemukan kepenuhan yang sejati.

 

Refleksi
Bacalah Keluaran 20:1–6 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 115-118