RAJA YANG DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH BAPA
MAZMUR 108–114
Masa depanmu penuh pengharapan karena Yesus sekarang memerintah di sebelah kanan Allah Bapa. Dialah yang akan mengalahkan musuh-musuh dan membawa kerajaan-Nya yang penuh damai sejahtera dan kebenaran untuk selama-lamanya.
Kita hidup di dunia yang belum sempurna. Setiap hari kita melihat dampak dosa di sekitar kita. Kejahatan masih terjadi. Ketidakadilan masih ada. Penyakit, penderitaan, kehilangan, dan kematian masih menjadi bagian dari kehidupan manusia. Sering kali kita bertanya, "Mengapa ini terjadi?" atau "Sampai kapan keadaan seperti ini berlangsung?" Ketika pergumulan terasa berat dan jawaban tidak kunjung datang, kita bisa mulai merasa putus asa. Kita bertanya-tanya apakah Tuhan sungguh memegang kendali atas semua yang sedang terjadi.
Mazmur 110 berbicara tepat ke dalam pergumulan seperti itu. "Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." (Mzm. 110:1). Mazmur ini bukan terutama berbicara tentang seorang raja manusia, melainkan tentang Mesias yang akan datang, yaitu Yesus Kristus. Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus sekarang memerintah di sebelah kanan Bapa. Dia bukan Raja yang suatu hari nanti baru akan mulai berkuasa. Dia sudah memerintah saat ini. Meskipun dunia masih dipenuhi dosa dan penderitaan, tidak ada satu pun yang terjadi di luar kendali-Nya.
Terkadang kita melihat kejahatan seolah-olah sedang menang. Kita melihat orang benar menderita dan orang fasik tampak berhasil. Kita melihat berbagai hal yang membuat kita bertanya-tanya apakah keadilan akan benar-benar ditegakkan. Namun Mazmur 110 mengingatkan bahwa kisah ini belum selesai. Yesus akan datang kembali. Dia akan mengalahkan setiap musuh-Nya. Dia akan menghakimi kejahatan dengan sempurna. Dia akan mengakhiri penderitaan, menghapus dosa, dan mendirikan kerajaan-Nya dalam kepenuhan kemuliaan. Apa yang sekarang masih kita nantikan suatu hari akan menjadi kenyataan.
Inilah alasan mengapa orang percaya memiliki pengharapan yang teguh. Pengharapan kita bukan didasarkan pada keadaan dunia yang semakin baik. Pengharapan kita juga bukan pada kemampuan manusia untuk memperbaiki segala sesuatu. Pengharapan kita terletak pada Kristus yang hidup dan memerintah.
Dia mengetahui penderitaan kita karena Dia sendiri pernah hidup di dunia yang penuh kesakitan. Dia mengerti air mata, penolakan, penderitaan, dan kehilangan. Karena itu, Dia bukan Raja yang jauh dan tidak peduli. Dia adalah Raja yang memahami pergumulan umat-Nya dan memegang masa depan mereka di tangan-Nya.
Ketika hidup terasa berat, Mazmur 110 mengajak kita untuk melihat lebih jauh dari keadaan saat ini. Apa yang sedang Anda hadapi hari ini bukanlah akhir dari cerita. Karena Kristus memerintah, kejahatan tidak akan menang selamanya. Karena Kristus memerintah, penderitaan tidak akan berlangsung selamanya. Karena Kristus memerintah, air mata tidak akan ada selamanya. Karena Kristus memerintah, masa depan umat Tuhan aman di dalam tangan-Nya. Masa depan orang percaya tidak ditentukan oleh keadaan hari ini, melainkan oleh Raja yang sudah duduk di sebelah kanan Bapa. Karena itu, hiduplah dengan pengharapan, keberanian, dan sukacita.
Jadi jangan kehilangan pengharapan. Jangan menyerah ketika jalan terasa sulit. Tuhan yang Anda sembah adalah Raja yang sedang memerintah sekarang dan yang akan menyempurnakan kemenangan-Nya pada waktunya. Hiduplah dengan pengharapan, keberanian, dan sukacita, karena Kristus adalah Raja, dan kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir.
Refleksi
Bacalah 1 Korintus 15:20–28 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 108-114