PEMBERIAN TERBESAR DARI ALLAH
YOHANES 3-4
Kemurahan hati Allah mencapai puncaknya dalam pemberian Anak-Nya, Yesus Kristus.
Alkitab mencatat kisah kemurahan hati yang paling luar biasa yang pernah dituliskan dalam sejarah manusia. Allah adalah Pemberi segala sesuatu yang baik, dan di sepanjang kisah Alkitab, kita terus-menerus melihat betapa besar kemurahan hati-Nya.
Dalam kisah penciptaan, Allah menunjukkan kemurahan-Nya dengan menempatkan Adam dan Hawa di sebuah taman yang indah, tempat segala kebutuhan mereka telah tersedia. Bahkan ketika dosa masuk ke dalam dunia, Allah segera memberikan janji untuk memulihkan apa yang telah dirusak oleh dosa. Dalam kemurahan-Nya, Allah mengikat perjanjian dengan Abraham, yang melaluinya seluruh bangsa di bumi akan diberkati. Ia membebaskan umat-Nya dari perbudakan dan memberikan hukum-Nya agar mereka dapat menjalani kehidupan sebagai umat-Nya. Ketika mereka tidak mampu menyediakan makanan bagi diri mereka sendiri di padang gurun, Allah menyediakan manna. Ia memberikan Tanah Perjanjian agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang sebagai sebuah bangsa. Dalam kemurahan-Nya, Allah bahkan berkenan tinggal di tengah-tengah mereka melalui Kemah Suci, sehingga kehadiran-Nya senantiasa menyertai mereka. Bahkan ketika umat-Nya memberontak, Allah tetap menunjukkan kemurahan-Nya dengan terus mengutus para nabi untuk memperingatkan dan memanggil mereka kembali kepada-Nya.
Jika kita membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh, kita akan menemukan bahwa kemurahan hati Sang Raja di atas segala raja tidak pernah ada habisnya. Ada satu ayat yang secara khusus menggambarkan kemurahan Allah sekaligus menunjukkan puncak dari seluruh pemberian-Nya. Ayat ini mungkin merupakan salah satu ayat yang paling dikenal dalam Alkitab: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:16).
Ayat ini bukan hanya mengarahkan kita kepada pemberian Allah yang terbesar, yaitu Yesus Kristus, tetapi juga merangkum seluruh kisah penebusan yang telah dinyatakan Allah sejak awal. Kisah penebusan itu dapat dirangkum dalam satu kebenaran yang sederhana yaitu Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia memberikan Anak-Nya.
Seluruh kisah Alkitab memperlihatkan bagaimana Allah terus memberikan kepada manusia apa yang sebenarnya mereka butuhkan, sekalipun mereka tidak menyadari kebutuhan tersebut. Bahkan sering kali manusia tidak menginginkan pemberian itu. Apa yang Allah berikan adalah sesuatu yang tidak mungkin dapat manusia peroleh melalui usaha atau kemampuan mereka sendiri, tetapi justru merupakan sesuatu yang sangat mereka butuhkan untuk hidup. Ketika membaca Alkitab, kita semakin menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menghentikan Allah untuk terus menunjukkan kemurahan-Nya. Bahkan ketika umat-Nya memberontak dan berpaling kepada berhala, Allah tetap menunjukkan kemurahan-Nya. Kemurahan Allah tidak pernah habis dan tidak mengenal batas.
Kemurahan hati Allah mencapai puncaknya dalam pemberian Yesus. Setiap pemberian yang telah Allah nyatakan sebelumnya sesungguhnya menunjuk kepada pemberian terbesar ini. Di dalam Yesus Kristus, kita menerima pengampunan, diperdamaikan dengan Allah, dan mengalami transformasi hati. Dari semua yang telah Allah berikan, tidak ada pemberian yang dapat dibandingkan dengan Yesus.
Sampai hari ini, Allah masih terus melimpahkan kemurahan hati-Nya kepada kita. Setiap hari, Ia memberkati kita dengan kehadiran, janji-janji, kuasa, dan anugerah-Nya. Ia terus memelihara kita melalui firman-Nya dan melalui gereja-Nya. Seluruh kehidupan kita, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang, bergantung pada kemurahan Allah yang terus memberikan apa yang kita butuhkan. Betapa luar biasanya kasih karunia yang kita terima, karena kita menjadi penerima kemurahan hati-Nya yang tidak pernah berakhir.
Refleksi
Bacalah Matius 2:1-12 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 3-4