KETIKA MENGIKUTI YESUS MEMBUAT KITA TIDAK NYAMAN
MATIUS 11-12

 

Apakah kita pernah kecewa kepada Tuhan karena Dia tidak bekerja seperti yang kita harapkan? Atau merasa keberatan dengan panggilan-Nya untuk berdiri teguh demi kebenaran?

 

Injil Yesus Kristus dan panggilan-Nya untuk hidup benar sering kali bertentangan dengan budaya di sekitar kita. Apa yang Alkitab katakan benar atau salah, benar atau keliru, bijaksana atau bodoh, tidak selalu diterima oleh orang-orang di sekitar kita. Bahkan ketika kita berbicara tentang Tuhan sebagai Pencipta dan Penguasa segala sesuatu, hal itu bisa dianggap tidak masuk akal oleh dunia. Prinsip Tuhan tentang pernikahan, keluarga, pemerintahan, dan seksualitas juga dapat bertentangan dengan nilai-nilai yang berkembang di sekitar kita. 

 

Karena itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri: “Apakah kita tetap mau berdiri teguh ketika Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak populer? Apakah kita malu mengakui bahwa kita mengikuti Kristus? Apakah kita lebih memilih diterima oleh orang lain daripada tetap setia kepada Tuhan? Apakah kita rela mengurangi ketaatan kita supaya tidak disalahpahami atau ditolak?”

 

Mari kita melihat sebuah peristiwa penting dalam Matius 11. Setelah Yesus selesai mengutus kedua belas murid-Nya untuk mengajar dan memberitakan Injil, Yohanes Pembaptis yang sedang berada di penjara mendengar tentang apa yang dilakukan Yesus. Yohanes Pembaptis kemudian mengutus murid-muridnya untuk bertanya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (ay. 3). Mengapa Yohanes bertanya seperti itu? Yohanes sebenarnya sudah mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi keadaan yang sedang dia alami membuatnya bingung. Yesus tidak bertindak seperti yang Yohanes bayangkan. Yohanes sedang berada di penjara. Dia mungkin membayangkan bahwa ketika Mesias datang, penghakiman akan segera terjadi dan orang-orang jahat akan dihukum.

 

Yesus kemudian menjawab pertanyaan Yohanes: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. (ay. 4-5). Dengan kata lain, Yesus sedang berkata bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam pelayanan-Nya adalah penggenapan dari apa yang telah dinubuatkan tentang Mesias. Namun kemudian Yesus memberikan sebuah kalimat yang sangat penting: “Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (ay. 6).

 

Inilah intinya: Jangan sampai kita kecewa kepada Yesus hanya karena Dia tidak bekerja dengan cara yang kita bayangkan. Kehidupan kita bersama Tuhan mungkin tidak selalu menjadi kehidupan yang nyaman dan penuh berkat seperti yang kita bayangkan. Kita mungkin diejek karena mempertahankan keyakinan kita di tempat kerja. Kita mungkin disalahpahami karena berusaha hidup sesuai firman Tuhan. Bahkan kita mungkin kehilangan kesempatan tertentu karena memilih untuk tetap berpegang pada prinsip yang kita yakini benar. Dalam situasi seperti itu, kita mungkin tergoda untuk mempertanyakan Tuhan: “Tuhan, mengapa mengikuti-Mu justru membuat hidupku semakin sulit?” 

 

Matius 11 mengingatkan kita bahwa mengikuti Yesus tidak selalu berarti menjalani kehidupan yang nyaman. Yohanes Pembaptis sendiri mempertanyakan-Nya. Namun Yesus tidak mengatakan bahwa Yohanes telah gagal. Sebaliknya, Yesus mengarahkan Yohanes kembali kepada siapa diri-Nya dan apa yang sedang Dia kerjakan. Karena itu, ketika Tuhan tidak bekerja sesuai dengan harapan kita, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Tuhan tidak baik atau bahwa Dia telah meninggalkan kita.

 

Dan kabar baiknya, Yesus sendiri memahami penderitaan karena ketaatan. Dia juga ditolak, dihina, dan akhirnya disalibkan meskipun Dia tidak melakukan dosa. Karena itu, ketika mengikuti Tuhan terasa berat, kita tidak berjalan sendirian. Ada kasih karunia yang menolong kita tetap setia. Ingatlah perkataan Yesus: “Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

 

Refleksi
Bacalah 1 Korintus 1:18-31 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Matius 11-12