ALLAH KITA TERLALU BESAR UNTUK DIBANDINGKAN
YESAYA 40-43
Tidak ada apa pun di surga maupun di bumi yang dapat dibandingkan dengan kebesaran dan kemuliaan Tuhan yang tidak terbatas.
Kata "great" sering kali kita gunakan untuk banyak hal. Kita mengatakan makanan itu ‘enak’ sekali, liburan itu “luar biasa”, atau seseorang yang sangat berbakat sebagai “hebat”. Namun, semua hal yang kita sebut “great” di dunia ini tetap memiliki batas. Hanya Tuhan yang memiliki kebesaran yang sejati, sempurna, dan tidak dapat dibandingkan dengan apa pun.
Alkitab mengajarkan bahwa hanya Allah yang benar-benar layak disebut Mahabesar. Kebesaran-Nya tidak dapat diukur, dijelaskan sepenuhnya, ataupun dibandingkan dengan apa pun di dunia ini. Bahkan Nabi Yesaya, yang menulis di bawah ilham Roh Kudus, menyadari bahwa bahasa manusia tidak akan pernah sanggup menggambarkan kemuliaan Allah secara utuh. Namun, melalui firman-Nya, Allah memberi kita gambaran yang cukup untuk memenuhi hati kita dengan kekaguman kepada-Nya.
Melalui nabi Yesaya, Allah menyatakan kebesaran-Nya dengan gambaran yang luar biasa (Yes. 40:12-25). Laut yang begitu luas hanyalah seperti setetes air di telapak tangan-Nya. Gunung-gunung yang tampak begitu kokoh bagi manusia dapat ditimbang-Nya seperti benda kecil. Bangsa-bangsa yang tampak begitu kuat di mata dunia tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kebesaran-Nya. Tidak ada seorang pun yang dapat memberikan nasihat kepada Allah, mengajari-Nya, atau membuat-Nya bergantung kepada siapa pun.
Segala bangsa di hadapan Tuhan hanyalah seperti setetes air dalam timba atau debu pada timbangan. Bukan berarti manusia tidak berharga, tetapi hal ini menunjukkan betapa besar dan mulianya Allah dibandingkan dengan seluruh ciptaan. Tidak ada kekuatan, kerajaan, atau kuasa apa pun yang dapat disejajarkan dengan Dia.
Lalu apa artinya kebesaran Allah bagi kehidupan kita? Karena Allah begitu besar, tidak ada satu pun janji-Nya yang mustahil untuk digenapi. Tidak ada satu pun rencana penebusan-Nya yang dapat digagalkan. Tidak ada satu pun pergumulan anak-anak-Nya yang berada di luar kuasa-Nya.
Inilah yang dinyatakan dengan sempurna di dalam Injil. Allah yang Mahabesar tidak hanya menciptakan alam semesta, tetapi juga rela datang ke dunia di dalam Pribadi Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia berdosa. Di kayu salib, kuasa Allah dinyatakan melalui kasih-Nya. Kristus menanggung hukuman dosa kita dan bangkit mengalahkan maut. Allah yang tidak dapat dibandingkan itu memilih mendekat kepada manusia yang tidak layak, supaya setiap orang yang percaya kepada Kristus memperoleh hidup yang kekal. Betapa besarnya kuasa-Nya, dan betapa dalam kasih-Nya.
Karena itu, Yesaya mengingatkan umat Tuhan untuk tidak menggantikan Allah dengan sesuatu yang lebih kecil. Berhala buatan manusia tidak dapat dibandingkan dengan Sang Pencipta. Bagaimana mungkin sesuatu yang dibuat oleh tangan manusia dapat menggantikan Allah yang menciptakan segala sesuatu? Kebenaran tentang kebesaran Allah diberikan bukan hanya agar kita mengagumi-Nya, tetapi juga agar kita memiliki keyakinan yang teguh. Jika Allah begitu besar, maka kita dapat mempercayakan seluruh hidup kita ke dalam tangan-Nya. Tidak ada janji-Nya yang terlalu sulit untuk digenapi dan tidak ada rencana-Nya yang dapat digagalkan.
Namun, sering kali kita lupa akan kebesaran Tuhan ketika menghadapi kelemahan dan kesulitan. Kita merasa terlalu lelah, terlalu kecil, atau terlalu tidak mampu untuk menjalani panggilan yang Tuhan berikan. Tetapi justru di situlah Allah menunjukkan kuasa-Nya. Yesaya berkata bahwa Tuhan memberikan kekuatan kepada yang lelah dan menambah tenaga kepada yang tidak berdaya. Bahkan orang muda pun dapat menjadi lemah dan letih, tetapi mereka yang berharap kepada Tuhan akan menerima kekuatan yang baru (Yes. 40:29-31).
Kekuatan dari Tuhan bukan berarti kita tidak pernah mengalami kesulitan. Namun, itu berarti kita tidak menghadapi kesulitan sendirian. Allah yang Mahabesar menopang kita dengan kasih karunia-Nya agar kita mampu terus berjalan dalam iman dan melakukan apa yang Dia kehendaki.
Puncak kebesaran Allah terlihat melalui Yesus Kristus. Allah yang Mahamulia rela datang menjadi manusia, mengambil rupa seorang hamba, mati di kayu salib, dan bangkit untuk menyelamatkan umat-Nya. Jika Allah telah memberikan Anak-Nya bagi kita, kita dapat yakin bahwa Dia akan terus memelihara dan menguatkan kita sampai akhir.
Hari ini, jangan biarkan besarnya persoalan membuat Allah tampak kecil di mata Anda. Sebaliknya, pandanglah setiap pergumulan di bawah terang kebesaran Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus. Tidak ada air mata yang luput dari perhatian-Nya, tidak ada beban yang terlalu berat bagi kuasa-Nya, dan tidak ada keadaan yang berada di luar kendali-Nya. Karena itu, tetaplah berharap kepada Tuhan. Nantikanlah Dia dengan iman, sebab Allah yang Mahabesar itu juga adalah Bapa yang setia memelihara anak-anak-Nya. Di dalam Kristus, kita akan menerima kekuatan baru untuk terus berjalan, tetap percaya, dan bertekun sampai semua janji-Nya digenapi.
Refleksi
Bacalah Roma 11:33–36 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 40-43