YESUS, ROTI HIDUP KITA
YOHANES 5-6
Yesus adalah manna sejati, Roti Hidup yang Allah berikan dari surga, dan satu-satunya yang dapat memuaskan kerinduan terdalam hati kita.
Alkitab bukan sekadar kumpulan kisah yang berdiri sendiri, melainkan satu kisah besar yang saling berkaitan. Meskipun Alkitab mencatat berbagai peristiwa sejarah, tempat, dan tokoh yang berbeda, semuanya merupakan bagian dari satu kisah yang utuh. Kisah ini memiliki satu tema utama, yaitu anugerah Allah yang menebus dan mendamaikan manusia dengan diri-Nya. Kisah ini memiliki satu Pribadi yang menjadi pusatnya, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Seluruh kisah Alkitab mengarah kepada satu tujuan, yaitu bagaimana Allah, melalui pribadi, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus, akan memulihkan segala sesuatu yang telah dirusak oleh dosa. Seluruh Alkitab menyatakan kemuliaan Allah, menyingkapkan keberdosaan manusia, meninggikan Yesus Kristus, memberitakan anugerah, dan memberikan pengharapan. Inilah kisah terbesar yang pernah ada, satu-satunya kisah yang layak menjadi dasar bagi seluruh kehidupan kita.
Kita dapat melihat kesatuan kisah Alkitab yang begitu indah ini dalam Yohanes 6. Dalam kisah yang sangat dikenal ini, Yesus memberi makan ribuan orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Hampir semua orang pernah mendengar kisah ini. Namun, pernahkah kita benar-benar memahami apa yang sebenarnya ingin dinyatakan melalui mukjizat tersebut?
Orang banyak begitu takjub melihat mukjizat yang dilakukan Yesus sehingga mereka ingin menjadikan-Nya raja. Sekilas, kita mungkin berpikir bahwa inilah saat yang tepat. Bukankah Yesus memang Raja di atas segala raja? Bukankah orang banyak akhirnya mengenali siapa Dia? Namun, alih-alih menyambut keinginan mereka, Yesus justru menyingkir dari kerumunan itu. Mengapa? Mungkinkah ada sesuatu yang keliru dalam cara mereka memandang Yesus? Perhatikan bagaimana Yesus menjawab mereka ketika akhirnya mereka menemukan-Nya: “Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yoh. 6:25–26).
Orang banyak begitu bersemangat mencari Yesus, bukan karena mereka memahami apa yang dinyatakan mukjizat itu tentang diri-Nya, melainkan karena kebutuhan perut mereka telah terpenuhi. Namun, Yesus tidak datang hanya untuk menjadi Raja yang menyediakan makanan bagi mereka. Ada sesuatu yang jauh lebih besar yang ingin Ia berikan. Perhatikan apa yang kemudian Yesus katakan: “Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yoh. 6:32–35).
Yesus dengan sengaja menghubungkan diri-Nya dengan manna yang Allah sediakan bagi bangsa Israel ketika mereka berada di padang gurun (lihat Bilangan 11). Seluruh kisah Alkitab memperlihatkan bagaimana Allah terus menyediakan apa yang dibutuhkan umat-Nya. Namun, Yesus adalah manna yang sejati, Roti Hidup yang membawa kita keluar dari kematian rohani menuju kehidupan yang sejati. Dialah satu-satunya yang sanggup mengakhiri kelaparan terdalam hati manusia untuk selama-lamanya. Roti yang diberikan kepada orang banyak melalui mukjizat itu sebenarnya merupakan tanda yang menunjuk kepada Yesus sendiri. Melalui mukjizat tersebut, Yesus ingin menunjukkan kepada mereka, dan juga kepada kita, di mana kebutuhan terdalam jiwa manusia dapat benar-benar dipuaskan.
Pada akhirnya, kisah besar Alkitab juga berbicara tentang kelaparan manusia dan roti yang Allah sediakan. Hanya Yesus Kristus, Sang Roti Hidup, yang sanggup memberikan kepuasan sejati bagi jiwa kita.
Refleksi
Bacalah Yesaya 55:1-3 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 5-6