CARA MEMILIKI DAMAI
Dia menjadi damai sejahtera. Mikha 5:4
Anda dapat menemukan damai.
Dalam kitab Mikha, umat Allah mengalami kehinaan yang mendalam. Yerusalem dikepung oleh bangsa asing, dan penduduknya hampir tidak berdaya untuk membela diri. Mereka merindukan damai, tetapi yang mereka hadapi hanyalah peperangan. Sebagai bangsa yang ditaklukkan, mereka bahkan tidak mampu mengumpulkan pasukan untuk melawan musuh. Itu adalah gambaran kehancuran total.
Bagi umat Allah, situasi ini pasti membingungkan. Mereka adalah bangsa pilihan, dipanggil untuk menjadi alat berkat dan pemulihan bagi dunia. Namun, seolah-olah semua janji Allah akan berakhir begitu saja. Mungkin mereka bertanya-tanya, Di mana janji-janji Tuhan?
Di tengah kegelapan ini, cahaya mulai bersinar. Nabi Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan datang, berdiri sebagai pemimpin, menggembalakan umat-Nya dengan kekuatan Tuhan, dan memberikan rasa aman bagi mereka yang percaya kepada-Nya (Mikha 5:4). Di dalam Dia, mereka akhirnya akan menemukan damai.
Ada sebuah buku kecil di rumah saya berjudul Five Minutes’ Peace. Buku ini menceritakan tentang seekor ibu gajah yang ingin menikmati lima menit ketenangan dari anak-anaknya—tetapi setiap kali ia mencoba, justru semakin banyak kekacauan yang terjadi. Ini adalah sesuatu yang pasti bisa dipahami oleh banyak ibu! Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, kita sering merindukan sejenak ketenangan. Begitu pula umat Allah saat itu. Dalam penderitaan mereka, nabi Mikha membawa janji bahwa Mesias akan datang untuk memberikan damai yang mereka nantikan.
Setiap orang mendambakan damai, tetapi sering kali hal itu terasa sulit dicapai. Dunia dipenuhi dengan konflik, baik dalam skala global, nasional, maupun pribadi. Mungkin Anda berpikir, "Saya hanya ingin damai. Lima menit saja sudah cukup!"
Apakah hidup Anda dipenuhi dengan hubungan yang retak, tekanan keuangan, kehilangan, atau berbagai kekecewaan? Jika iya, ada kabar baik: di dalam Mesias, Yesus, Anda dapat menemukan damai sejati. Dia datang untuk memberikan damai, pertama-tama dengan Allah, lalu dengan diri kita sendiri, dan dengan orang-orang di sekitar kita. Saat kita semakin mencerminkan Allah Sang Sumber Damai, kita belajar menghadapi konflik dan kesulitan dengan cara yang penuh kasih.
Mesias telah datang untuk membawa damai bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Dialah Sang Raja Damai.Tidak peduli apa pun yang Anda hadapi, Anda bisa menikmati damai dengan Sang Pencipta, karena Yesus telah membayar harga untuk itu. Dan ketika Anda hidup dalam damai dengan satu-satunya Pribadi yang opininya bernilai kekal, Anda pun akan dimampukan untuk membawa damai ke dalam dunia ini, dengan anugerah-Nya.
Refleksi
Bacalah Mikha 5:1-9 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 39-40 : Markus 10: 1-31
Truth For Life – Alistair Beg