UNGKAPAN KASIH
Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku … Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Filipi 1:7-9
Salah satu perkataan yang biasa diucapkan kakek saya ketika saya berpamitan kepadanya adalah “kakek akan memikirkan kamu.” Buat saya kata-kata itu terdengar aneh. Namun, sebenarnya yang dimaksud kakek adalah “Kakek peduli dengan keadaanmu. Kakek punya beban dengan apa yang kamu lakukan. Kakek ingin tahu kamu mau ke mana.”
Paulus menggunakan ungkapan serupa ketika dia menulis kata-kata “berpikir,” “hati,” “rindu,” dan “kasih mesra” kepada jemaat Filipi. Phronein, yang berarti “berpikir,” juga dapat diterjemahkan sebagai “merasa” karena kata kerja ini mengekspresikan tidak hanya fokus mental tetapi juga minat simpatik dan perhatian yang tulus. Paulus memberi tahu jemaat Filipi bahwa meskipun dia terpisah secara fisik dari mereka, mereka sangat disayanginya dan tetap ada dalam pikiran dan doanya. Dia “memikirkan” mereka.
Paulus—orang yang pernah dikuasai oleh kebencian terhadap para pengikut Yesus—mendapatkan kasih seperti ini karena Yesus memberikannya kepadanya. Dia dan saudara-saudara seimannya sekarang dipersatukan oleh kasih Allah yang luar biasa terhadap mereka. Standar dan sumber kasihnya adalah Tuhan Yesus sendiri. Seperti yang ditulis Uskup Lightfoot, “denyut nadi Paulus adalah denyut nadi Kristus; detak jantungnya adalah detak jantung Kristus.”
Karena orang-orang percaya di Filipi adalah bagian penting dari kehidupan Paulus, kasihnya kepada mereka menggerakkan dia untuk berdoa, karena Paulus memahami bahwa doa adalah salah satu ungkapan kasih yang utama. Kasihnya tidak diungkapkan dalam sentimentalisme yang menyenangkan atau kata-kata yang indah. Sebaliknya, dia berdoa untuk teman-temannya, dan dia melakukannya setiap hari.
Ketika “kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus” (Roma 5:5), kita akan segera menemukan diri kita tertarik kepada orang lain yang mengasihi dengan cara yang sama. Itulah kasih kehidupan keluarga, karena kita berbagi Bapa yang sama—dan salah satu cara mendasar di mana kita akan mengungkapkan kasih itu adalah dengan berdoa.
Apakah Anda mengasihi anak-anak Anda? Berdoalah untuk mereka. Apakah Anda mengasihi gereja Anda? Berdoalah untuk mereka. Ketika kasih Kristus memperluas hati Anda dan mengalir melalui Anda, kasih sayang yang Anda miliki untuk orang-orang yang Anda sayangi akan menggerakkan Anda untuk berdoa. “Pikirkanlah” orang-orang yang Anda kasihi—dan “berdoalah” juga untuk mereka!
Refleksi
Bacalah 1 Tesalonika 2:13-20 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 41-42 : Markus 10: 32-52
Truth For Life – Alistair Beg