ALLAH MEMBERI KEBANGKITAN DAN HIDUP
YEHEZKIEL 37–39
Yesus adalah kebangkitan dan hidup. Ia sanggup menghidupkan tulang-tulang yang kering dan itulah kabar yang sangat baik bagi kita.
Yehezkiel 37 adalah salah satu bagian Alkitab yang sangat terkenal. Namun di balik gambaran tentang tulang-tulang kering, ada sebuah pertanyaan yang sudah ada sejak dahulu: Di mana kita menemukan pengharapan ketika keadaan sepertinya sudah tidak mungkin dipulihkan?
Allah berkata kepada Yehezkiel: “Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.” (Yeh. 37:4–5). Yehezkiel melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Ketika ia bernubuat, terdengar suara dan tulang-tulang itu bergerak dan saling menyatu. Kemudian urat-urat dan daging tumbuh di atasnya, dan kulit menutupinya. Tetapi semuanya itu belum hidup.
Lalu Tuhan berkata: “Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." (Yeh. 37:9). Yehezkiel kembali bernubuat seperti yang diperintahkan Tuhan. Maka nafas hidup masuk ke dalam mereka. Mereka hidup kembali dan berdiri di atas kaki mereka, menjadi suatu pasukan yang sangat besar.
Ketika kita melihat sejarah Israel yang begitu menyedihkan, kita mungkin bertanya: Di manakah pengharapan bagi umat yang terus memberontak ini? Allah telah memilih mereka, mengasihi mereka, membimbing mereka, melindungi mereka, dan mencukupi kebutuhan mereka. Namun mereka meninggalkan Bapa mereka dan berpaling kepada allah-allah lain. Raja demi raja yang jahat membawa mereka semakin jauh dari Tuhan. Akhirnya, umat Allah kehilangan segala sesuatu. Yerusalem dan Bait Allah dihancurkan. Lalu kita kembali bertanya: Di manakah pengharapan dapat ditemukan?
Jelas bahwa pengharapan tidak dapat ditemukan dalam kebenaran manusia, karena kebenaran kita selalu jauh dari standar kekudusan Allah. Pengharapan juga tidak ditemukan dalam hikmat manusia, karena kita dapat melakukan begitu banyak kebodohan. Lalu, di manakah pengharapan kita? Hanya di satu tempat yaitu dalam kuasa Tuhan yang sanggup menyatukan kembali tulang-tulang yang kering dan memberikan kehidupan kepada mereka. Allah kita sanggup memberikan kehidupan kepada sesuatu yang sudah mati.
Umat Allah saat itu seolah-olah sudah mati dan tidak memiliki masa depan. Tetapi Allah yang memerintah atas Israel adalah Allah yang memiliki kuasa kebangkitan. Dan Allah itu adalah Tuhan kita. Ia sanggup menghidupkan kembali “tulang-tulang yang kering” dalam hidup kita dan memberikan kehidupan yang baru.
Namun kita juga perlu berhati-hati agar tidak menggunakan bagian ini seolah-olah Allah berjanji bahwa setiap masalah kita pasti akan dipulihkan sesuai keinginan kita. Pesan utamanya bukan bahwa semua keadaan akan selalu berubah seperti yang kita harapkan. Pesan utamanya adalah Allah berkuasa memberikan kehidupan dan memulihkan umat-Nya menurut kehendak-Nya.
Dan pengharapan itu menemukan kepenuhannya di dalam Yesus Kristus. Yesus berkata dalam Yohanes 11:25: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Kita membutuhkan lebih dari sekadar perubahan keadaan. Kita membutuhkan kehidupan yang baru. Masalah terbesar manusia bukan sekadar keadaan yang buruk di luar diri kita. Masalah terbesar kita adalah dosa yang membawa kita kepada kematian. Untuk itu, Yesus rela mati di kayu salib menanggung hukuman dosa kita. Ia kemudian bangkit dari kematian. Kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa kuasa Allah lebih besar daripada dosa dan maut.
Karena itu, ketika kita merasa tidak memiliki harapan, kita tidak hanya mengingat sebuah cerita tentang tulang-tulang yang hidup kembali. Kita memandang kepada Kristus yang benar-benar mati dan benar-benar bangkit. Di dalam Dia, kita yang mati karena dosa menerima kehidupan yang baru. Dan suatu hari nanti, Kristus akan membangkitkan umat-Nya kepada kehidupan yang sempurna.
Mungkin hari ini Anda merasa seperti berada di lembah tulang-tulang kering. Jangan menyangkal keadaan itu. Tetapi jangan pula menjadikan keadaan sebagai dasar terakhir pengharapan Anda. Lihatlah kepada Allah. Jika Allah sanggup menghidupkan tulang-tulang kering, Ia tidak pernah kehabisan kuasa untuk bekerja dalam hidup umat-Nya. Dan jika suatu hari tubuh kita sendiri mengalami kematian, kita tetap memiliki pengharapan. Sebab keselamatan kita tidak berhenti pada kehidupan sekarang. Bagi kita yang ada di dalam Dia, kematian bukan akhir, kegagalan bukan akhir, dan kehancuran bukan akhir. Kristus adalah kebangkitan dan hidup. Itulah pengharapan kita
Refleksi
Bacalah Yohanes 5:25–29 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 37-39