KISAH ALKITAB
YOHANES 20-21
Alkitab adalah kisah tentang Yesus. Kepada Dialah seluruh pengharapan manusia bertumpu, baik untuk kehidupan sekarang maupun kehidupan yang akan datang.
Pernahkah kita mengingat Alkitab pertama yang kita miliki? Mungkin saat kecil, memiliki Alkitab sendiri membuat kita merasa sudah dewasa dan menjadi bagian dari komunitas orang percaya. Kita mungkin begitu bangga dengan Alkitab yang kita miliki, terlebih jika Alkitab itu terlihat bagus, memiliki sampul yang indah, atau menyediakan ruang untuk mencatat.
Namun, meskipun sudah memiliki Alkitab, belum tentu kita benar-benar memahami betapa besar dan mulianya kisah yang tertulis di dalamnya. Kita mungkin mengenal kisah penciptaan, Nuh, Musa, Daud, dan berbagai cerita Alkitab lainnya. Akan tetapi, apakah kita sungguh memahami apa yang menyatukan seluruh kisah tersebut? Apa tema utama dari Alkitab Anda? Apa benang merah yang menyatukan setiap bagiannya? Mengapa Allah rela melakukan begitu banyak hal selama bertahun-tahun untuk mencatat dan memelihara firman-Nya bagi kita? Bagaimana Allah ingin kita menggunakan Alkitab? Dapatkah Anda menjelaskan isi Alkitab hanya dalam satu kalimat? Seberapa berhargakah firman Tuhan bagi Anda?
Menjelang akhir Injilnya, Yohanes menceritakan saat-saat terakhir kehidupan Yesus di bumi. Kemudian, ia berhenti sejenak untuk menjelaskan mengapa ia menuliskan semua yang telah dicatatnya. Penjelasan Yohanes mengenai tujuan penulisan Injilnya sangatlah penting, bukan hanya untuk memahami betapa pentingnya Injil ini, tetapi juga untuk memahami siapa diri kita, apa yang kita butuhkan, dan bagaimana Allah memenuhi kebutuhan tersebut melalui anugerah-Nya.
Namun, ada hal yang lebih besar lagi. Pernyataan Yohanes membawa kita kepada tujuan utama Allah menyatakan firman-Nya kepada kita. Bahkan, tujuan penulisan Injil yang disampaikan Yohanes merupakan cara terbaik untuk memahami apa yang Allah kehendaki melalui Alkitab dan bagaimana firman-Nya seharusnya bekerja dalam hidup Anda: “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.” (Yoh. 20:30–31).
Hal utama yang perlu Anda pahami tentang Injil Yohanes dan Alkitab adalah bahwa keduanya tidak dimaksudkan untuk memberikan catatan sejarah yang lengkap. Alkitab bukan sekadar kumpulan sejarah, puisi, dan hikmat. Memang, semua itu terdapat di dalamnya. Namun, Alkitab jauh lebih besar daripada sekadar kumpulan tulisan tersebut. Tujuan Alkitab adalah mengarahkan kita kepada Pribadi yang menjadi satu-satunya pengharapan bagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, yaitu Yesus Kristus.
Untuk itu, Alkitab bukan sekadar untuk menambah pengetahuan kita tentang Allah, tetapi untuk membawa kita semakin mengenal Kristus, sebab hanya Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. Melalui firman-Nya, Allah menolong kita menyadari betapa kita membutuhkan Kristus, supaya kita datang kepada-Nya, menaruh iman dan pengharapan kepada-Nya, serta menerima keselamatan di dalam nama-Nya.
Refleksi
Bacalah Lukas 24:25-27 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yohanes 20-21