FIRMAN TUHAN YANG KEKAL
MATIUS 24-25

 

Di dunia yang hampir tidak memiliki sesuatu yang benar-benar kekal, firman Tuhan tetap bertahan untuk selama-lamanya.

 

Jika kita melihat kehidupan di dunia ini, sebenarnya segala sesuatu sedang menuju kepada akhir. Lalu, di tengah kehidupan yang tidak pasti dan sementara ini, di mana kita dapat menemukan sesuatu yang benar-benar aman dan tidak akan berlalu? Pernikahan, pekerjaan, anak-anak, persahabatan, bahkan karier yang kita bangun tidak dapat memberikan jaminan bahwa semuanya akan bertahan selamanya. Kita tentu menginginkan sesuatu yang bisa bertahan seumur hidup, bahkan lebih dari itu. Namun, sering kali pada akhirnya hal-hal yang kita anggap kokoh pun dapat mengecewakan kita.

 

Dalam Matius 24, Yesus menjelaskan tanda-tanda akhir zaman. Ia mengingatkan para pengikut-Nya bahwa meskipun dunia ini terlihat seperti sesuatu yang akan bertahan selamanya, suatu hari segala sesuatu di dalamnya akan berlalu. Mungkin kita melihat dunia seolah-olah semuanya akan berjalan seperti biasa selamanya. Kita bangun, bekerja, menjalani rutinitas, membangun keluarga, mengejar cita-cita, dan membuat rencana untuk masa depan. Namun Yesus mengingatkan bahwa hidup ini tidak selamanya. 

 

Di tengah penjelasan tentang berbagai tanda akhir zaman, Yesus berkata: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Mat. 24:35). Perkataan Yesus ini sangat kuat. Ia sedang menyatakan kuasa, otoritas, dan kekekalan firman-Nya. Segala sesuatu yang kita lihat dapat berubah. Segala sesuatu yang kita miliki dapat hilang. Segala sesuatu yang kita bangun dapat runtuh. Segala sesuatu yang kita kasihi di dunia ini pada akhirnya dapat berlalu. Tetapi firman Tuhan tidak akan pernah gagal. Firman-Nya tidak akan menjadi usang. Firman-Nya tidak akan berubah menjadi tidak relevan. Firman-Nya tidak akan kehilangan kuasa. Firman-Nya tidak akan mengecewakan kita.
Firman-Nya akan tetap benar untuk selama-lamanya. Bahkan, seribu tahun dari sekarang, firman Tuhan masih akan tetap berdiri dan tidak akan pernah berlalu. 

 

Banyak di antara kita mungkin pernah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Mungkin kita pernah kehilangan orang yang kita kasihi. Kita pernah mengalami kekecewaan karena sesuatu yang kita pikir akan bertahan ternyata berakhir. Mungkin kita pernah kehilangan pekerjaan, hubungan, impian, kesempatan, atau sesuatu yang selama ini kita harapkan. Semua itu menyakitkan karena kita sering kali menggantungkan rasa aman kita kepada sesuatu yang ternyata tidak bisa bertahan selamanya. Tetapi di tengah semua kehilangan dan ketidakpastian itu, ada tempat untuk jiwa kita beristirahat. Ada dasar yang kokoh tempat kita dapat membangun kehidupan. Dasar itu adalah firman Tuhan.

 

Karena itu, jangan membangun seluruh hidup kita di atas sesuatu yang pada akhirnya akan berlalu. Bangunlah hidup kita di atas firman Tuhan yang tidak akan pernah berlalu. Sebab, segala sesuatu yang ada di dunia ini dapat berlalu, tetapi firman-Nya tetap untuk selama-lamanya.

 

Refleksi
Bacalah Yesaya 55:6-11 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Matius 24-25