HATI YANG DIUBAHKAN
YEREMIA 4–6
Kasih Allah begitu besar, dan Dia sungguh-sungguh menjalankan rencana keselamatan-Nya. Itulah sebabnya Dia mengundang kita untuk menyerahkan seluruh hidup dan hati kita kepada-Nya, bukan hanya sebagian.
Jika seseorang bertanya kepada Anda, "Apa yang Allah tuntut dari hidupmu?", apa yang akan Anda jawab? Mungkin Anda akan menjawab dengan daftar kewajiban rohani seperti beribadah, berdoa, membaca Alkitab, memberi persembahan, atau melayani. Namun, benarkah hanya itu yang Allah kehendaki dari orang-orang yang mengikuti-Nya? Untuk menjawab pertanyaan itu dengan benar, kita harus terlebih dahulu memahami bahwa apa pun yang Allah tuntut dari kita selalu merupakan yang terbaik bagi kita.
Karena Allah adalah Pencipta kita, Dialah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi hidup kita. Dia memahami mengapa kita diciptakan, bagaimana dosa telah merusak kita, dan bagaimana kita dipulihkan oleh anugerah-Nya. Itulah sebabnya setiap perintah-Nya selalu lahir dari kasih dan hikmat-Nya yang sempurna. Allah tidak pernah meminta sesuatu yang tidak baik bagi anak-anak-Nya. Alkitab menunjukkan bahwa Allah menginginkan sesuatu yang jauh lebih mendasar daripada sekadar tindakan-tindakan lahiriah. Allah menghendaki hati yang sungguh-sungguh menjadi milik-Nya.
Mari kita lihat seruan Allah melalui nabi Yeremia: "Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: "Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh. Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu, hai orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, supaya jangan murka-Ku mengamuk seperti api, dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkan, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!" (Yer. 4:3–4).
Bangsa Yehuda masih menjalankan berbagai bentuk ibadah, tetapi hati mereka jauh dari Allah. Karena itu, Allah memakai gambaran yang sangat kuat. Tanah yang dipenuhi semak duri harus dibajak terlebih dahulu agar benih dapat bertumbuh. Demikian pula hati manusia harus diubahkan agar dapat menerima firman Tuhan dan menghasilkan kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Allah juga berbicara tentang "sunat hati." Dalam Perjanjian Lama, sunat secara jasmani menjadi tanda bahwa bangsa Israel dipisahkan bagi Allah. Sunat adalah tanda bahwa mereka adalah umat pilihan Allah. Namun, Allah menegaskan bahwa tanda lahiriah saja tidak cukup. Yang Allah kehendaki adalah hati yang telah diubahkan yakni hati yang mengasihi-Nya, mempercayai-Nya, dan taat kepada-Nya.
Inilah yang menjadi masalah terbesar kita. Kita mungkin mampu mengubah perilaku lahiriah, tetapi kita tidak mampu mengubah hati kita sendiri. Dosa telah membuat hati kita keras, mencintai diri sendiri, dan memberontak terhadap Allah. Kita membutuhkan lebih dari sekadar pendidikan moral atau disiplin rohani. Kita membutuhkan hati yang baru.
Di sinilah Injil menjadi kabar yang sangat indah. Apa yang Allah tuntut, Allah sendiri kerjakan melalui Yesus Kristus. Kristus datang bukan hanya untuk mengampuni dosa kita, tetapi juga untuk memberikan hidup yang baru. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, serta pekerjaan Roh Kudus, Allah mengubahkan hati orang percaya sehingga kita dimampukan untuk mengasihi dan menaati-Nya.
Karena itu, kehidupan Kristen bukan sekadar berusaha menjadi orang yang lebih baik. Kehidupan Kristen adalah hidup yang terus-menerus dibaharui oleh anugerah Allah. Ketaatan kita bukanlah usaha untuk memperoleh kasih Allah, melainkan buah dari hati yang telah diubahkan oleh kasih-Nya.
Peringatan Allah dalam Yeremia juga menunjukkan kasih-Nya. Sebelum penghakiman datang, Allah terlebih dahulu memanggil umat-Nya untuk bertobat. Setiap teguran Allah adalah undangan kasih agar kita kembali kepada-Nya. Dia tidak menikmati penghukuman orang berdosa, sebaliknya Dia berkenan ketika orang berdosa bertobat dan hidup kembali kepada-Nya.
Hari ini, jangan puas hanya dengan penampilan rohani. Jangan mengira bahwa rutinitas ibadah, pelayanan, atau pengetahuan Alkitab sudah cukup. Datanglah kepada Kristus dan serahkan seluruh hati Anda kepada-Nya. Mintalah agar Roh Kudus terus membajak tanah hatimu, mencabut duri-duri dosa, dan membentuk Anda semakin serupa dengan Yesus. Sebab Allah tidak hanya menginginkan perubahan perilaku, tetapi hati yang telah diperbarui oleh anugerah-Nya yaitu hati yang mengasihi Dia di atas segala sesuatu dan hidup bagi kemuliaan-Nya.
Refleksi
Bacalah Ulangan 30:1–11 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 4-6