ALLAH YANG MEMANGGIL DAN MEMPERLENGKAPI
YEREMIA 1–3

 

Meskipun kita sering merasa tidak mampu melakukan panggilan yang Allah percayakan, Dia sendiri yang akan memperlengkapi kita dengan karunia, hikmat, dan kekuatan yang kita perlukan.

 

Ketika Allah memanggil seseorang untuk melayani-Nya, sering kali respons pertama yang muncul adalah rasa takut dan tidak percaya diri. Kita merasa terlalu muda, kurang berpengalaman, tidak cukup pintar, atau tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Kita melihat keterbatasan diri, sementara tugas yang ada di depan mata tampak begitu besar.

 

Itulah yang dialami oleh Yeremia. Ketika Allah memanggilnya menjadi nabi bagi bangsa-bangsa, ia tidak langsung menyambut panggilan itu dengan penuh keyakinan. Sebaliknya, ia merasa dirinya tidak layak dan tidak mampu. Yeremia 1:4-10 mencatat: “Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." 

 

Yeremia dipanggil pada masa yang sangat sulit. Bangsa Yehuda telah meninggalkan Tuhan dan hidup dalam penyembahan berhala. Tugas yang diberikan kepadanya bukanlah tugas yang mudah. Ia harus menyampaikan firman Allah kepada bangsa yang keras hati dan sering kali menolak pesannya. Namun, Allah tidak pernah memanggil Yeremia karena ia sudah mampu. Allah memanggilnya karena Allah sendiri akan menyertainya dan memperlengkapinya. Tuhan berjanji untuk menyertai Yeremia, menaruh firman-Nya di dalam mulutnya, dan memberikan segala yang diperlukan untuk menjalankan panggilannya.

 

Prinsip ini juga berlaku bagi setiap orang percaya. Memang, panggilan Yeremia sebagai nabi adalah panggilan yang khusus dan tidak sama dengan panggilan kita. Namun, setiap orang yang telah diselamatkan oleh Kristus dipanggil untuk hidup bagi kemuliaan Allah dan melayani-Nya sesuai dengan anugerah yang telah diberikan.

 

Lebih lagi, Injil menunjukkan bahwa Allah telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, bukan karena kita layak, tetapi semata-mata karena kasih karunia-Nya. Ketika Dia memanggil kita menjadi milik-Nya, Dia juga memberikan Roh Kudus yang memampukan kita untuk hidup dalam ketaatan dan melayani-Nya dengan setia.

 

Karena itu, jangan biarkan rasa takut atau perasaan tidak mampu menghalangi kita untuk menaati Tuhan. Allah tidak menunggu kita menjadi cukup kuat sebelum memakai kita. Sebaliknya, Dia memakai orang-orang yang menyadari kelemahan mereka, supaya kuasa-Nya semakin nyata. Keberhasilan pelayanan bukan terutama bergantung pada kemampuan manusia, tetapi pada anugerah Allah yang bekerja melalui hamba-hamba-Nya.

 

Sama seperti Tuhan menjamah mulut Yeremia, Dia juga terus memperlengkapi umat-Nya melalui firman-Nya dan karya Roh Kudus. Dia memberi hikmat ketika kita membutuhkannya, keberanian ketika kita merasa takut, dan kekuatan ketika kita merasa lemah. Dia bukan hanya memanggil kita untuk pergi, tetapi juga menyertai kita dalam setiap langkah, sambil menyediakan segala yang kita perlukan untuk menyelesaikan tugas yang telah Ia percayakan. Karena itu, keberhasilan dalam pelayanan bukan terutama menunjukkan kemampuan, hikmat, atau kekuatan kita. Sebaliknya, keberhasilan itu menjadi kesaksian tentang kuasa, hikmat, dan anugerah Allah yang bekerja melalui hidup kita.

 

Hari ini, jika Tuhan sedang memanggil Anda untuk taat, belajarlah untuk bersandar pada-Nya. Pandanglah kepada Allah yang memanggil Anda. Dia tidak pernah salah memilih orang, dan Dia tidak pernah gagal memperlengkapi mereka yang dipanggil-Nya. Di dalam Kristus, kita tidak melayani dengan mengandalkan kemampuan sendiri, tetapi dengan kekuatan anugerah Allah yang senantiasa menyertai. Sebab Allah yang memanggil adalah Allah yang setia, dan Dia akan menyelesaikan pekerjaan yang telah dipercayakan-Nya kepada setiap anak-anak-Nya.

 

Refleksi
Bacalah Filipi 2:12–13 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 1-3