HANYA YESUS YANG LAYAK DISEMBAH
2 SAMUEL 8-11
Selain Yesus, tidak ada manusia yang layak menjadi Mesias. Tidak ada manusia yang ilahi, yang sempurna, atau yang memiliki kuasa tanpa batas. Karena itu, selain Yesus, tidak ada satu pun manusia yang layak menerima penyembahan kita.
Saat membaca Alkitab, penting bagi kita untuk memahami apa yang sebenarnya sedang kita baca. Alkitab memang berisi banyak ajaran, tetapi bukan sekadar buku teologi. Alkitab penuh dengan hikmat, tetapi bukan hanya kumpulan nasihat hidup. Alkitab juga berisi banyak cerita menarik, tetapi bukan sekadar cerita dengan pesan moral. Dan Alkitab bukan hanya kumpulan kisah tokoh-tokoh hebat untuk kita kagumi atau teladani.
Alkitab adalah satu cerita besar, cerita tentang Allah sendiri. Dialah pusat dari semuanya. Dalam setiap kisah, Dialah tokoh utamanya. Melalui setiap bagian Alkitab, Allah menyatakan siapa Dia: karakter-Nya, sifat-Nya, rencana-Nya, dan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan. Seharusnya, saat kita membacanya, hati kita dibawa untuk merendahkan diri, mengakui dosa, dan dengan rela tunduk kepada Tuhan, Sang Pencipta, Penguasa, dan Raja Juruselamat, yang kemuliaan-Nya nyata di setiap halaman.
Alkitab juga menolong kita melawan kecenderungan untuk memuja manusia. Ada dua hal yang terus diingatkan. Pertama, Alkitab mengingatkan bahwa di balik setiap keberhasilan manusia, Tuhanlah yang bekerja. Semua hal besar yang dicapai para tokoh Alkitab pada akhirnya menunjuk kepada Tuhan. Kedua, Alkitab menunjukkan bahwa setiap pahlawan manusia memiliki kelemahan dan dosa, kecuali Yesus.
Kisah Daud menggambarkan hal ini dengan jelas. Ia dikenal sebagai raja yang kuat, berani, dan penuh kemenangan. Tetapi sebenarnya, Daud bukanlah pahlawan utama dalam kisahnya, Tuhanlah pahlawannya. Dalam kalimat terakhir di 2 Samuel 8:14 tertulis: “TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang.” Artinya, setiap kemenangan Daud bukan karena kemampuannya sendiri. Bukan semata-mata karena hikmat atau kekuatannya, tetapi karena Tuhan yang berperang baginya. Semua kemuliaan atas kemenangan itu adalah milik Tuhan.
Namun, kisah Daud juga menyingkapkan hal lain. Ia, seperti manusia lainnya, bisa jatuh dalam dosa (kecuali Yesus). Kita melihat bagaimana ia tergoda oleh Batsyeba, mengambilnya, bahkan sampai menyebabkan kematian suaminya. Sulit dipercaya bahwa ini adalah orang yang sama, pahlawan yang pernah menang dalam banyak peperangan. Lalu, dalam 2 Samuel 11:27 tertulis: “Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.”
Dua gambaran ini menunjukkan satu hal yang jelas: tidak ada manusia yang benar-benar layak untuk kita tinggikan atau sembah. Hanya ada satu Pahlawan sejati yaitu Yesus Kristus. Dia tidak hanya memberi kemenangan—Dia adalah kemenangan itu sendiri. Dia tidak hanya hidup benar—Dia adalah kebenaran itu sendiri. Dia tidak hanya mengalahkan dosa, Dia menanggung dosa kita dan mengalahkannya di kayu salib.
Karena itu, Injil mengarahkan kita untuk berhenti memandang manusia dan mulai menyembah Allah saja. Allah yang kemuliaan-Nya dinyatakan di setiap halaman Alkitab. Kiranya kita menyembah Dia—dan Dia saja.
Refleksi
Bacalah Yohanes 5:37-40 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 8-11