DIBENTUK OLEH NASIHAT TUHAN
1 TAWARIKH 28–29
Hidup kita selalu dibentuk oleh nasihat yang kita dengar, kita percaya, dan kita ikuti.
Sejak awal penciptaan, Allah sudah menunjukkan bahwa manusia membutuhkan tuntunan. Setelah menciptakan Adam dan Hawa, Allah langsung berbicara kepada mereka. Ia tahu bahwa manusia tidak bisa menemukan kebenaran dengan kekuatannya sendiri. Kita membutuhkan firman Tuhan untuk mengerti siapa diri kita, apa tujuan hidup kita, dan bagaimana kita seharusnya menjalani hidup ini. Sampai hari ini, Allah terus menuntun umat-Nya melalui firman-Nya. Ia adalah sumber nasihat yang sejati, yang seharusnya memimpin hidup kita.
Setiap orang sedang “dibimbing” oleh sesuatu atau seseorang. Bisa dari orang tua, teman, atau orang yang kita kagumi. Bahkan tanpa kita sadari, media sosial seperti Twitter, Instagram, atau TikTok juga bisa sangat memengaruhi cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Semua itu membentuk hati, pikiran, bahkan identitas kita. Karena itu, sangat penting untuk memperhatikan nasihat apa yang kita izinkan masuk dan membentuk hidup kita.
Bayangkan jika ini adalah akhir hidupmu, dan Anda harus meninggalkan pesan terakhir kepada anakmu. Nilai apa yang ingin Anda tanamkan? Harapan apa yang ingin Anda berikan?
Alkitab mencatat nasihat terakhir Daud kepada Salomo dalam 1 Tawarikh 28:9–10: “Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. Camkanlah sekarang, sebab Tuhan telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”
Ada empat hal penting yang Daud ingin tanamkan dalam hidup Salomo:
Inilah Injil bagi kita: kita sering mencari nasihat dari banyak suara, tetapi hati kita tetap kosong dan tersesat. Namun Kristus datang sebagai Firman yang hidup, yang bukan hanya menasihati, tetapi juga menebus. Di dalam Dia, kita bukan hanya tahu jalan yang benar, tetapi juga diberi hati yang baru untuk mengikuti-Nya.
Kiranya Tuhan memberikan kepada kita kasih karunia untuk hidup mengikuti nasihat yang penuh hikmat ini. Jadikan Tuhan pusat dari setiap pikiran, keinginan, dan tindakan Anda. Biarlah hidup Anda dibentuk oleh firman-Nya, dan menjadi nyanyian bagi kemuliaan-Nya.
Refleksi
Bacalah Amsal 15:22-23 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 28-29