KRISTUS ADALAH PENGGENAPAN PENGHARAPAN PASKAH
MATIUS 26

 

Yesus adalah penggenapan dari pengharapan Paskah yang telah dinantikan oleh generasi demi generasi, karena Dialah Anak Domba Paskah.

 

Keluaran 12 mencatat bagaimana Tuhan menetapkan Paskah pertama bagi bangsa Israel. Saat itu, Allah akan mendatangkan hukuman atas Mesir. Namun, rumah-rumah orang Israel yang pintunya ditandai dengan darah anak domba akan dilewati oleh hukuman: “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.” (Kel. 12:13). Paskah menjadi tanda pembebasan. Tuhan sedang menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan Mesir. Darah anak domba menjadi tanda bahwa mereka tidak menerima hukuman yang seharusnya mereka terima.

 

Ketika murid-murid berkumpul bersama Yesus untuk merayakan Paskah, mereka mungkin mengira bahwa malam itu akan sama seperti perayaan Paskah yang sudah dilakukan umat Allah selama generasi demi generasi. Namun, malam itu, seluruh pemahaman mereka tentang Paskah berubah: “Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku." Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku." (Mat. 26:26–29).

 

Melalui perkataan ini, Yesus memberi tahu para murid bahwa Paskah yang pertama dan setiap perayaan Paskah setelahnya sebenarnya menunjuk kepada diri-Nya. Ia ingin mereka memahami bahwa ada bentuk perbudakan yang jauh lebih dalam daripada perbudakan fisik yang dialami oleh nenek moyang mereka.

 

Perbudakan ini jauh lebih tragis dan menyebabkan penderitaan yang jauh lebih besar daripada perbudakan di Mesir. Perbudakan ini bersifat universal dan tidak seorang pun dapat menghindarinya. Perbudakan yang lebih dalam ini adalah perbudakan setiap hati manusia kepada dosa.

 

Yesus ingin para murid memahami bahwa setiap anak domba yang dipersembahkan sebagai korban sebenarnya menunjuk kepada diri-Nya. Seolah-olah Yesus berkata: “Akulah Anak Domba korban yang terakhir. Melalui kematian-Ku, Aku akan mematahkan kuasa dosa dan memberikan pengampunan bagi setiap orang yang percaya kepada-Ku.”

 

Kabar buruk yang harus kita hadapi adalah bahwa dosa memperbudak kita semua. Dosa selalu membawa perbudakan dan pada akhirnya menghasilkan kematian. Namun, kabar baiknya adalah bahwa Yesus adalah Anak Domba Paskah yang telah membeli kebebasan dan pengampunan bagi kita.

 

Karena itu, marilah kita menaruh kepercayaan kita kepada-Nya. Kita tidak perlu mencari keselamatan dari usaha dan kekuatan kita sendiri. Percayalah kepada Kristus. Dia adalah Anak Domba yang telah dikorbankan bagi kita. Di dalam Dia ada pengampunan, kebebasan, dan hidup yang baru.

 

Refleksi
Bacalah Keluaran 12:1-28 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Matius 26