KEMULIAAN TUHAN TINGGAL BERSAMA KITA
YEHEZKIEL 43-45

 

Tidak ada yang lebih mulia daripada kemuliaan Tuhan yang tinggal bersama umat-Nya untuk selama-lamanya.

 

Kita pasti dibuat kagum ketika membaca bagian puncak dari penglihatan Yehezkiel tentang pembangunan kembali Bait Allah: “Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang, yaitu pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur. Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya. Yang kelihatan kepadaku itu adalah seperti yang kelihatan kepadaku ketika Ia datang untuk memusnahkan kota itu dan seperti yang kelihatan kepadaku di tepi sungai Kebar, maka aku sembah sujud. Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur, Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN. Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu--orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku-- dan Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati.” (Yeh. 43:1–7).

 

Penglihatan ini adalah janji Tuhan bahwa sekalipun keadaan umat-Nya terlihat seperti sudah berakhir, Dia akan memberikan kepada mereka kesempatan untuk memulai kembali dan mengalami awal yang baru. Namun, ada sesuatu yang sangat penting yang harus terjadi. Tidak akan ada sukacita dalam pembangunan kembali Bait Suci jika Bait Suci itu hanya berdiri kosong, seperti sebuah bangunan yang tidak memiliki kehidupan dan hanya menjadi pengingat akan sesuatu yang pernah ada.

 

Bait Suci menjadi Bait Suci karena kemuliaan Tuhan tinggal di dalamnya. Itulah sebabnya Bait Suci yang dahulu menjadi sumber pengharapan bagi umat Tuhan. Ketika Bait Suci dihancurkan, itu berarti Tuhan tidak lagi menyatakan kehadiran-Nya di tengah-tengah umat-Nya seperti sebelumnya. Dari semua penderitaan yang dialami Israel selama berada dalam pembuangan, tidak ada yang lebih mengerikan daripada kehilangan kehadiran Tuhan. Karena itu, inilah puncak dari penglihatan Yehezkiel: kehadiran Tuhan akan kembali, dan Dia akan tinggal bersama umat-Nya untuk selama-lamanya.

 

Kita tidak mungkin meremehkan betapa penting kembalinya kemuliaan Tuhan ke dalam Bait Suci. Israel adalah Israel karena Tuhan, dalam kemuliaan-Nya, tinggal bersama umat-Nya. Segala sesuatu yang mereka butuhkan ditemukan dalam kehadiran Tuhan. Kehadiran-Nya memberikan kehidupan, pengharapan, kekuatan, keamanan, dan masa depan kepada umat-Nya. Tuhan menjadi pusat kasih mereka dan tujuan penyembahan mereka. Dia hadir untuk memerintah mereka dengan kuasa dan membimbing mereka dengan hikmat. Tanpa kehadiran Tuhan, mereka hanyalah satu bangsa di antara begitu banyak bangsa lainnya dalam sejarah.

 

Karena itu, kita perlu memperhatikan kata “selama-lamanya” dalam janji Tuhan tentang kehadiran-Nya. Artinya, janji ini bukan hanya untuk Israel pada zaman dahulu, tetapi juga menjadi penghiburan bagi kita hari ini. Oleh kasih karunia Tuhan, kita telah menjadi bait Tuhan. Dia tinggal bersama kita dan di dalam kita melalui Roh Kudus. Kita bukan sekadar sekelompok orang yang berusaha menjalani hidup di tengah dunia yang telah jatuh ke dalam dosa. Tidak. Kita jauh lebih dari itu. Kita adalah anak-anak Tuhan. Kita adalah bait tempat kemuliaan-Nya tinggal, sekarang dan untuk selama-lamanya. Adakah kabar yang lebih baik dari ini?

 

Refleksi
Bacalah 1 Korintus 3:10-17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 43-45