DIUBAHKAN OLEH ANUGERAH
KISAH PARA RASUL 4-6
Tidak ada kuasa di bumi ini yang lebih besar daripada kuasa anugerah Allah yang sanggup mengubahkan hidup seseorang.
Imam besar bersama para pemimpin, tua-tua, dan ahli-ahli Taurat menuntut Petrus dan Yohanes untuk menjelaskan bagaimana mereka dapat menyembuhkan seorang yang lumpuh. Petrus dengan berani berbicara di hadapan para pemimpin agama yang berkuasa tersebut. Bacalah perkataan Petrus berikut ini, lalu perhatikan siapa orang yang mengucapkannya: “Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” (Kis. 4:8–13).
Jika kita mengingat kehidupan Petrus sebelumnya, perubahan ini sungguh luar biasa. Petrus adalah murid yang sering bertindak gegabah dan mengatakan hal-hal yang keliru. Ketika Yesus hendak ditangkap, Petrus menghunus pedangnya dan memotong telinga seorang hamba imam besar. Namun, Yesus menegur Petrus dan menyembuhkan telinga orang tersebut. Petrus juga pernah berjanji akan tetap setia kepada Yesus, sekalipun harus menderita bersama-Nya. Tetapi ketika Yesus ditangkap, Petrus justru menyangkal bahwa ia mengenal-Nya (Yoh. 18).
Sekarang, kita melihat Petrus yang berbeda. Ia berbicara dengan penuh keberanian dan keyakinan. Ia tidak lagi takut mengakui hubungannya dengan Yesus. Bahkan, di hadapan para pemimpin agama yang dahulu menolak dan menyalibkan Gurunya, Petrus dengan tegas menyatakan bahwa hanya di dalam Kristus terdapat keselamatan.
Apa yang membuat Petrus berubah begitu besar? Perubahan Petrus bukanlah hasil dari kekuatan atau tekadnya sendiri, melainkan karya anugerah Allah yang mengubahkan hidupnya. Bahkan para pemimpin agama yang menentang Yesus pun tidak dapat mengabaikan perubahan itu. Mereka melihat bahwa Petrus adalah seorang pengikut Yesus. Tidak ada penjelasan yang lebih mendasar bagi perubahan hidupnya selain kuasa anugerah Allah yang bekerja melalui Kristus dan Roh Kudus.
Anugerah yang sama juga tersedia bagi kita. Yesus Kristus telah menyelesaikan karya penebusan-Nya bukan hanya untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa, tetapi juga untuk memperbarui kehidupan kita agar semakin serupa dengan-Nya. Karena itu, pengharapan kita untuk berubah tidak terletak pada seberapa kuat kita berusaha memperbaiki diri, melainkan pada Kristus yang telah menyelamatkan kita dan terus bekerja membentuk kehidupan kita.
Renungkanlah: Anugerah Kristus tidak hanya menyelamatkan Anda dari hukuman dosa, tetapi juga mengubahkan Anda senantiasa menjadi semakin serupa dengan-Nya.
Refleksi
Bacalah 2 Korintus 5:16-18 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Kisah Para Rasul 4-6