HIDUP DALAM KESADARAN MENDESAK

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Kisah Para Rasul 20:24

 

Ketika Paulus berpamitan kepada para penatua di Efesus (Kisah Para Rasul 20), ia merasa terdorong oleh Roh Kudus untuk pergi ke Yerusalem. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di sana, tetapi ia menyadari bahwa kesulitan dan penjara menantinya. Lalu, ia membuat pernyataan yang mengejutkan: "Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun."

Ini bukan berarti Paulus tidak peduli dengan hidupnya atau sengaja mencari penderitaan. Maksudnya adalah ia tidak menganggap hidupnya sebagai sesuatu yang harus dipertahankan dengan segala cara. Banyak orang berkata, "Yang penting sehat, itu sudah cukup." Tapi kenyataannya, tubuh kita akan menua dan melemah. Jika yang terpenting hanya kesehatan, kita akan kehilangan arah ketika kesehatan itu hilang.

Paulus berkata dalam Filipi 1:21, "Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." Artinya, jika Kristus adalah segalanya bagi kita, maka kita tidak perlu takut kehilangan hidup ini. Kita justru ingin menggunakannya untuk tujuan yang paling mulia—mengenal dan melayani Yesus.

Bagi Paulus, yang terpenting adalah menyelesaikan tugasnya—mewartakan Injil kasih karunia Allah. Ini bukan hanya tugas Paulus, tetapi juga tugas semua pengikut Kristus. Kita dipanggil untuk memberitakan kabar baik kepada siapa saja yang kita temui.

Bagaimana kita bisa hidup dengan memiliki semangat Injil seperti Paulus? Dengan terus berlari menuju garis akhir, tanpa mencari alasan untuk menyerah atau melambat sebelum waktunya. Berjuanglah dengan segenap hati sampai akhir, dikuatkan oleh kasih Kristus, dipenuhi oleh Roh Kudus, dan dipandu oleh firman Tuhan.

 

 

Refleksi

Bacalah Filipi 1:27–2:2  dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut

  • Pola pikir apa yang perlu saya ubah?
  • Apa yang perlu dikalibrasi dalam hati saya?
  • Apa yang bisa saya terapkan hari ini? 

 

Bacaan Alkitab Satu Tahun : Yesaya 47-49 : Markus 12: 1-27

Truth For Life – Alistair Beg