SUMMARY 11 OKTOBER 2026
UNIT 25 SESI 3
JUDUL : AJARAN SULIT YESUS (YOHANES 6)
PEMBICARA : KAK RISKA, KAK SHIENNY, KAK YUNA

Setelah memberi makan lima ribu orang secara ajaib, Yesus bertemu dengan orang banyak yang secara keliru menyimpulkan bahwa Dia layak diikuti karena Dia dapat menggunakan kuasa-Nya untuk mengisi perut mereka yang kosong. Tetapi Yesus mengenali motif mereka dan menantang mereka untuk mengejar sesuatu yang lebih besar, bukan bekerja untuk mendapatkan makanan, yang tidak bertahan lama, tetapi untuk menerima hidup yang kekal dengan percaya kepada-Nya.
Berkali-kali, orang salah memahami kata-kata Yesus. Mereka bertanya apa yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan makanan yang bertahan selamanya. Hidup kekal adalah anugerah yang Allah berikan, bukan kepada mereka yang melakukan perbuatan tertentu, tetapi kepada siapa saja yang percaya kepada Yesus. Kemudian orang banyak meminta tanda lain. Jika Musa telah menyediakan roti selama 40 tahun, tidak bisakah Yesus melakukannya juga? Yesus menunjukkan bahwa roti itu bukan berasal dari Musa; itu datang dari Allah. Orang banyak sangat berharap mendapatkan roti untuk dimakan sehingga mereka tidak menyadari bahwa Allah sekarang telah menyediakan roti sejati dari surga dengan mengutus Anak-Nya.

Yesus berkata, “Akulah roti hidup.” Yesus tidak hanya ingin mengisi perut orang, Dia ingin memberi mereka kehidupan yang sejati. Yesus melanjutkan, “Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yohanes 6:51). Saat Anda mengajar, tekankan kepada anak-anak bahwa Allah mengundang kita untuk datang dan makan. Kita memakan roti hidup ketika kita percaya kepada-Nya.
Para pemimpin Yahudi bergumul dengan ajaran Yesus. Bagaimana mungkin pria ini, yang mereka kenal sebagai anak Yusuf, menjadi Anak Allah? Yesus lalu berbicara tentang memberikan daging dan darah-Nya. Bagi orang Yahudi, ini tidak masuk akal. Yesus ingin melakukan lebih dari sekadar membuat perut orang-orang jadi kenyang; Dia ingin memberi mereka kehidupan yang sebenarnya. Ajaran Yesus sulit dimengerti. Ketika Yesus berbicara tentang daging dan darah-Nya, Dia berbicara tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Ketika kita percaya kepada Yesus, Dia memberi kita karunia hidup yang kekal.
Banyak orang berhenti mengikuti Yesus karena mereka tidak dapat menerima ajaran-ajaran-Nya. Namun Petrus, salah satu dari dua belas murid, memahami kebenaran ini: “Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal...Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yohanes 6:68-69). Perkataan yang sangat indah : Ketika kita percaya kepada Yesus, Dia memberi kita karunia hidup yang kekal.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
1. Mengapa orang banyak berbondong-bondong mengikuti Yesus? Mereka secara keliru menyimpulkan bahwa Yesus layak diikuti karena Dia dapat menggunakan kuasa-Nya untuk memberi mereka makan setiap hari sehingga mereka tidak akan kekurangan).
B). Apa yang Yesus minta mereka lakukan? (Yesus menantang mereka untuk mengejar sesuatu yang lebih besar—bukan bekerja untuk mendapatkan makanan, yang tidak bertahan lama, tetapi untuk menerima hidup yang kekal dengan percaya kepada-Nya).
C). Bagaimana cara kita bisa mendapatkan hidup kekal bersama Allah? (Yesus yang memberikan hidup kekal kepada kita! Hidup kekal adalah anugerah atau hadiah yang Allah berikan—bukan karena kita melakukan perbuatan baik, tetapi karena percaya kepada Yesus!)
2. Apakah arti dari perkataan Yesus, “Akulah roti hidup.”? (Yesus tidak hanya ingin memberi makan bagi perut kita, Dia ingin memberi mereka kehidupan yang sebenarnya atau sejati. Yesus melanjutkan, “Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Jadi Yesus mengundang kita untuk datang dan makan; Yesus mengundang kita untuk percaya kepada-Nya).
3. Banyak orang berhenti mengikuti Yesus karena mereka tidak dapat menerima ajaran-ajaran-Nya. Tetapi apa jawab Petrus tentang ajaran / perkataan Yesus? (“Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Kami tidak akan meninggalkan-Mu karena PERKATAAN-MU ADALAH PERKATAAN HIDUP YANG KEKAL; dan kami percaya bahwa ENGKAU ADALAH YANG KUDUS DARI ALLAH”).
B). Apa arti dari perkataan Petrus itu bagi kita ? (Artinya, walau memahami dan menaati ajaran Yesus terkadang terasa sulit, tapi kita tidak mau meninggalkan Yesus karena perkataan Yesus adalah Firman Allah yang benar! Yesus memberi kita hidup kekal).
4. Allah menyediakan makanan dan minuman karena Dia mengasihi dan memelihara kita, ciptaan-Nya! Tapi, penyediaan Allah yang terbesar adalah memberikan Yesus kepada kita! Yesus-lah Roti hidup yang memberi kita hidup yang sebenarnya. Ini mengingatkan kita pada PERTANYAAN GAMBAR BESAR:
❖ Bagaimana cara Allah memelihara ciptaan-Nya? (How does God care for His creation?)
❖ Jawaban : Allah mengasihi dan memerintah ciptaan-Nya sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna. (God loves and rules over His creation according to His perfect plan).
5. Allah Bapa ingin kita percaya kepada Yesus. Karena hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita dan memindahkan kita dari kegelapan dosa ke dalam kerajaan-Nya. Yesus datang untuk memberi kita kehidupan yang sebenarnya dalam kerajaan Allah!

AYAT KUNCI HAFALAN:
Kolose 1:13 (VMD) Allah telah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan membawa kita ke dalam Kerajaan Anak yang dikasihi-Nya.
Colossians 1:13 (ERV) God made us free from the power of darkness. And He broughtus into the kingdom of His dear Son.
