SUMMARY 4 OKTOBER 2026
UNIT 25 SESI 2
JUDUL : TIGA PERUMPAMAAN (LUKAS 15)
PEMBICARA : KAK PAOLINE, KAK BELVINA & KAK JUAN

Dalam Lukas 19, Yesus mencari Zakheus, seorang kepala pemungut cukai. Zakheus tidak begitu disukai, tetapi interaksinya dengan Yesus menuntunnya untuk bertobat. Yesus berkata kepadanya, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10).
Siapakah “orang yang terhilang” itu? Apa artinya hilang? Dalam Lukas 15, Yesus menceritakan tiga perumpamaan kepada sekelompok pemungut cukai, orang berdosa, orang Farisi, dan ahli Taurat. Pengajaran Yesus membawa kebenaran Injil kepada pemungut cukai dan orang berdosa—yang terpisah dari Allah karena dosa-dosa mereka—dan kepada orang Farisi dan ahli Taurat—yang mengandalkan usaha mereka sendiri untuk diselamatkan.
Dua perumpamaan pertama mirip sekali. Dalam perumpamaan pertama, seorang pria kehilangan seekor domba. Dia meninggalkan dombanya yang lain untuk menemukan seekor domba yang hilang, dan dia bersukacita ketika menemukannya. Perumpamaan kedua adalah seorang wanita yang kehilangan koin perak. Wanita itu dengan hati-hati mencari sampai dia menemukannya. Kemudian dia memanggil tetangga dan teman-temannya untuk merayakan bersamanya. Surga bersukacita ketika satu orang berdosa bertobat. Terakhir, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang dua anak laki-laki. Anak bungsu meminta warisannya, menghamburkan uangnya untuk hidup foya-foya, dan memutuskan untuk kembali ke ayahnya. Bukannya menolak anaknya yang berdosa, sang ayah malah memeluknya. Anak sulung, yang selalu patuh pada ayahnya, marah.
Saat Anda membaca Lukas 15, pikirkan tentang orang yang mendengar pengajaran Yesus. Biasanya yang difokuskan adalah anak bungsu—yang dianggap sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa—tetapi Yesus juga menceritakan tentang anak sulung. Anak sulung seperti orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, berfokus pada perbuatan baiknya sendiri dan merasa berhak atas perkenanan ayahnya.
Para pemimpin agama mengeluh bahwa Yesus menyambut orang berdosa. Yesus mengatakan perumpamaan ini untuk mengajar tentang pengampunan Allah. Allah mengutus Yesus agar orang berdosa dapat diampuni. Sebagai Juruselamat, Yesus mencari orang berdosa. Dia membayar harga yang paling mahal—nyawa-Nya sendiri—untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Yesus mengajarkan seperti apa Allah itu. Dia mencari orang-orang berdosa yang telah meninggalkan-Nya, dan Dia mencari orang-orang berdosa yang berusaha mendapatkan keselamatan melalui perbuatan baik mereka. Sewaktu Anda mengajar, bantulah anak-anak memahami bahwa orang yang hilang berarti tidak mengenal Yesus sebagai Allah dan Juruselamat. Allah mengasihi kita, dan Dia secara aktif berusaha untuk membawa orang berdosa mendekat kepada-Nya.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
1. A). Apa yang gembala lakukan ketika ada satu domba-Nya yang hilang? (Mencari sampai menemukannya.)
B) .Apa yang wanita itu lakukan ketika kehilangan satu uang peraknya? (Mencari sampai menemukannya.)
C). Apa yang bapa lakukan ketika anaknya yang bungsu hilang? (Bapa menyambut dan mengampuni anak bungsu yang kembali.)
2. Apakah yang Yesus lakukan ketika kita terhilang dari Dia? (Yesus mencari kita tanpa pernah lelah sampai kita bertobat dan kembali kepada-Nya)
3. Seperti anak sulung, kita sering merasa tidak adil kalau anak bungsu dirayakan setelah kesalahan yang dia perbuat. Kita mengira jika kita berbuat baik, maka Allah akan mengasihi dan memberkati kita. Mengapa kita justru bersyukur bahwa kasih Allah tidak tergantung pada perbuatan kita? (Karena hati kita sangat mudah berdosa. Kita bersyukur karena kasih Allah tidak berkurang ketika kita berdosa! Tapi Ia mencari dan membawa kita kembali pada-Nya.)
4. Kisah hari ini menunjukkan bahwa ketika kita berdosa, Allah tidak meninggalkan kita! Padahal Allah itu suci dan sempurna, maka sebenarnya adalah adil jika Dia membuang kita waktu kita berdosa. Tapi Dia malah mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita; itu karena Allah mengasihi kita, manusia ciptaan-Nya! Ini mengingatkan kita pada PERTANYAAN GAMBAR BESAR :
5. Kita akan menghafalkan ayat kunci yang mengajar bahwa segera setelah kita percaya kepada Yesus, kita dibebaskan dari kegelapan dan jadi warga kerajaan Allah yang sempurna. Di kerajaan Allah, Yesus adalah Raja kita yang sempurna. Dia mengasihi kita dan membantu kita memuliakan Allah dengan hidup kita.

AYAT KUNCI HAFALAN:
Kolose 1:13 (VMD) Allah telah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan membawa kita ke dalam Kerajaan Anak yang dikasihi-Nya.
Colossians 1:13 (ERV) God made us free from the power of darkness. And He brought us into the kingdom of His dear Son.
