Mujizat Awal Yesus

Kids Sermon

SUMMARY 31 MEI 2026
UNIT 21 SESI 1
JUDUL                        : MUKJIZAT AWAL YESUS
PEMBICARA             : KAK PAOLINE, KAK JASON, KAK LYDIA

Di awal pelayanan-Nya, Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke Kapernaum, sebuah kota di pantai barat laut Danau Galilea. Kapernaum menjadi rumah dan pusat pelayanan Yesus (Lihat Matius 4:13). Dia pergi ke sinagoge pada hari Sabat, ketika orang-orang berkumpul untuk mendengar dan belajar Kitab Suci.

Yesus dengan cepat menunjukkan bahwa Dia berbeda dari ahli Taurat dan guru agama lainnya. Tidak seperti ahli Taurat, yang mengandalkan penafsiran tradisional Taurat dari guru-guru lain, Yesus berbicara dengan otoritas. Ajaran-Nya berasal dari otoritas-Nya sendiri sebagai Penulis kebenaran, dan hal itu memiliki pengaruh yang mendalam pada para pendengar-Nya—mereka kagum dibuatnya!

Mukjizat-mukjizat awal yang dicatat dalam Markus 1 menunjukkan kuasa dan otoritas Yesus sebagai Anak Allah. Yesus mengusir roh najis dari seorang pria di sinagoge; bahkan iblis pun menuruti perintah-Nya. Kemudian Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus, dan malam itu orang-orang di kota membawa kepada Yesus semua orang yang sakit atau yang diganggu roh jahat. Apa yang Yesus lakukan? Dia menyembuhkan mereka! (Markus 1:34)

Mukjizat Yesus berlanjut. Dia menyembuhkan seorang pria yang menderita kusta. Kusta adalah penyakit kulit yang akan membuat seseorang disebut “najis”, sehingga harus terpisah dari masyarakat. Yesus berbelas kasih kepada orang itu dan segera menyembuhkannya.

Mukjizat Yesus membuat banyak orang percaya kepada-Nya. Mukjizat-Nya juga membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Mukjizat-mukjizat ini memperkuat iman orang-orang dan memenuhi kebutuhan mereka. Yesaya menubuatkan bahwa Mesias yang dijanjikan akan menanggung penyakit dan penderitaan kita (Yes. 53:4). Yesus menggenapi nubuat ini saat Dia menyembuhkan orang.


Bantu anak-anak mengerti bahwa melalui Yesus, Allah melakukan apa yang tidak mungkin kita lakukan sendiri. Dia menyediakan pengampunan, keselamatan, dan kehidupan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Mukjizat Yesus membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Mukjizat-mukjizat-Nya memperkuat iman orang-orang dan memenuhi kebutuhan mereka. Melalui Yesus, Allah melakukan apa yang tidak mungkin kita lakukan sendiri. Dia memberikan pengampunan, keselamatan, dan hidup yang kekal.

POIN DISKUSI  BAGI KELUARGA:

  1. Apa yang bisa kita pelajari tentang  berbagai mukjizat yang Yesus lakukan? (Bimbing anak Anda untuk memahami bahwa mukjizat Yesus menyatakan kasih dan kebaikan Yesus. Semua mukjizat Yesus menunjukkan bahwa Dia adalah Anak Allah karena Dia memiliki otoritas atas roh-roh jahat dan atas penyakit manusia)
  2. Selain melakukan mukjizat, Yesus berkata bahwa tujuan utama Dia datang adalah memberitakan Injil tentang Allah. Mengapa pengajaran Yesus lebih penting daripada mukjizat-Nya?   (Diskusikan dengan anak Anda bahwa tujuan Yesus melakukan mukjizat adalah untuk mendukung kebenaran ajaran-Nya. Orang yang disembuhkan dari penyakit bisa menjadi sakit lagi dan dia perlu mendengar ajaran Yesus dan percaya kepada-Nya untuk mendapat pengampunan dan hidup yang kekal)
  3. Mengapa Yesus mengasihi dan sangat peduli kepada manusia?  (Karena manusia Istimewa di mata Allah; kita diciptakan menurut gambar-Nya, sebagai laki-laki dan perempuan, untuk mengenal Dia)
  1. Mari menghafal dan memahami Pertanyaan Gambar Besar :
  • Apa yang membuat manusia istimewa? (What makes people special?)
  • Jawaban : Manusia istimewa karena Allah menciptakan kita menurut gambar-Nya, sebagai laki-laki dan perempuan, untuk mengenal Dia. (People are special because we are made in God’s image, as male and female, to know Him). 
  1. Ayat hafalan kita bulan ini adalah salah satu ayat yang paling terkenal di seluruh Alkitab. Ayat kunci ini merangkum seluruh isi alkitab!

AYAT KUNCI HAFALAN: 

Yohanes 3:16 (TB) – Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

John 3:16 (NIV) For God so loved the world that He gave His one and only Son, that whoever believes in Him shall not perish but have eternal life.