SUMMARY 25 JANUARI 2026
UNIT 17 SESI 1
JUDUL : NABI OBAJA
PEMBICARA : KAK GABBY & KAK KEVIN
Konflik antara Edom dan Israel bermula dari kisah Yakub dan Esau. Anak kembar ini bertengkar sejak di dalam rahim, dan ibu mereka Ribka bertanya kepada Allah mengapa. Allah menjelaskan bahwa dari rahimnya akan lahir dua bangsa, anak yang lebih tua akan melayani anak yang lebih muda (Kej. 25:23).
Bangsa Israel adalah keturunan Yakub (anak yang lebih muda), dan bangsa Edom adalah keturunan Esau (anak yang lebih tua). Allah memberi Yakub janji yang sama yang Dia buat dengan Abraham (Kej. 28:15), tetapi Esau adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan membenci janji-janji Allah (Ibr. 12:16).

Selama berabad-abad, kedua keluarga ini berselisih. Ketika Musa memimpin orang Israel keluar dari Mesir, raja Edom menolak membiarkan orang Israel melewati negerinya untuk sampai ke tanah perjanjian (Bil. 20:14-21). Setelah itu, Edom berperang melawan Israel beberapa kali. (Lihat 2 Taw 20:2; 28:17; 2 Raja-raja 8:20-22)
Kitab Obaja berisi pesan Allah tentang Edom karena dosa mereka—khususnya kesombongan mereka ketika melihat kemenangan Babel atas Yerusalem. Ketika orang Babel menyerang Yerusalem, orang-orang Edom tidak membantu. Seperti saudara yang iri, Edom senang melihat Yehuda dikalahkan. Bahkan, Edom ikut menyerang Yehuda (Ob. 11).
Nabi Obaja merinci tuduhan terhadap Edom, mengumumkan kesalahan mereka, dan menjatuhkan hukuman dari Tuhan: Edom akan dihancurkan sepenuhnya. Tidak ada keluarga Esau yang tersisa. Di sisi lain, Obaja mengatakan umat Allah akan dipulihkan.

Allah berfirman bahwa orang-orang Edom akan mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan. “Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu” (Ob. 15). Allah itu adil. Apa yang terjadi pada Edom juga bisa terjadi pada kita. Tapi inilah kenyataannya: Apa yang telah kita lakukan, ditanggung oleh Kristus, apa yang pantas kita dapatkan ditimpakan kepada-Nya. Yesus adalah Raja, dan suatu hari Dia akan membebaskan umat-Nya dari musuh mereka untuk selamanya.
Seperti umat Allah dianiaya oleh orang-orang Edom, Yesus dianiaya oleh umat-Nya sendiri. Allah akan menghukum dosa. Yesus mati di kayu salib untuk menanggung hukuman yang pantas kita terima atas dosa kita. Kita dapat percaya Yesus akan memperbaiki hal-hal yang salah.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
2. Jadi sebenarnya, hukuman Allah atas Edom juga sepantasnya kita terima. Tapi sebaliknya kita menerima kasih karunia dari Allah. Bagaimana Allah menunjukkan kasih karunia-Nya atas kita? (Puji Tuhan, karena kita percaya kepada Yesus, Roh Kudus menolong kita untuk bertobat dari dosa. Yesus menanggung hukuman dosa kita sehingga kita tidak dihukum setimpal dengan dosa kita, tetapi sebaliknya, kita diampuni dan disambut ke dalam kerajaan Allah.)


AYAT HAFALAN:
Yeremia 29:11 (VMD) Demikianlah firman TUHAN. “Aku mempunyai rencana yang baik bagimu. Aku tidak merencanakan melukai kamu. Rencana-Ku ialah memberikan pengharapan dan masa depan yang baik bagimu.”
Jeremiah 29:11 (CSB) For I know the plans I have for you,” declares the Lord, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.”