SUMMARY 10 MEI 2026
UNIT 20 SESI 2
JUDUL : YESUS DICOBAI
PEMBICARA : KAK KEVIN, KAK GABBY, KAK MAVERICK
Iblis ingin merusak rencana Allah. Dalam Kejadian 3, dia menggoda Adam dan Hawa untuk tidak menaati Allah, sehingga dosa masuk ke dunia, dan hubungan sempurna antara Allah dan manusia terputus. Tetapi Allah memiliki rencana untuk menyelamatkan umat-Nya melalui Anak-Nya. Ketika Yesus datang ke bumi, Iblis tidak mundur. Setelah Yesus dibaptis (memulai pelayanan-Nya dan menyatakan perang terhadap Iblis), Iblis mencobai Yesus.
Jika Iblis bisa membuat Yesus menyimpang dari rencana Allah yang sempurna—jika dia bisa membuat Yesus berdosa—maka Yesus tidak layak untuk menjadi Penyelamat tanpa dosa yang dibutuhkan manusia. Tetapi Iblis tidak dapat menghentikan rencana Allah.

Pencobaan Yesus bukan merupakan contoh yang harus diikuti tetapi lebih merupakan pernyataan tentang siapa Yesus itu. Dia adalah jawaban atas janji Allah tentang keturunan wanita yang akan meremukkan kepala ular (Kej. 3:15). Yesus adalah korban sempurna yang dibutuhkan untuk menghapus dosa. Di mana Adam gagal, Yesus berhasil. Adam membawa rasa bersalah dan kematian bagi umat manusia, tetapi Yesus membawa pengampunan dan kehidupan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Bahkan hari ini, iblis masih berusaha “untuk menggoda agar kita tidak menaati Allah.” Ajarkan kepada anak-anak bahwa kuasa untuk menolak godaan datang dari Yesus. Anak-anak mungkin berjuang untuk memahami bahwa mengikuti Yesus tidak berarti penghapusan instan dari dosa dan pencobaan. (Pengudusan adalah proses seumur hidup!) Berdoalah agar anak Anda melihat Yesus sebagai harta terbesar mereka—lebih berharga daripada kesenangan apa pun yang ditawarkan dunia.

Terakhir, ketika kita gagal, kita bisa tetap berharap dan bangkit. Ketaatan Yesus yang sempurna diberikan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Kita perlu ingat bahwa “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1Yoh. 1:9). Kita dapat dengan berani mendekati takhta Allah untuk menerima rahmat dan kasih karunia ketika kita membutuhkannya. (Lihat Ibr. 4:14-16).
Yesus dicobai, tetapi Dia percaya kepada Allah dan tidak pernah berbuat dosa. Yesus sempurna dan benar, Dia adalah korban sempurna yang diperlukan untuk menghapus dosa. Dia mati di kayu salib untuk membebaskan kita dari dosa dan memberi kita kekuatan untuk menolak godaan.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:


AYAT KUNCI HAFALAN:
Yohanes 3:30 (TB) Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
John 3:30 (ESV) He must increase, but I must decrease.