SUMMARY 23 AGUSTUS 2026
UNIT 24 SESI 1
JUDUL : YESUS MENENANGKAN BADA (MATIUS 8; MARKUS 4; LUKAS 8)
PEMBICARA : KAK NIKO, KAK OLIVE, KAK NANA

Setelah seharian mengajar, Yesus dan murid-murid-Nya naik perahu untuk menyeberang ke seberang Danau Galilea. Saat berlayar, perjalanan mereka terganggu oleh badai dahsyat, para murid merasa takut dan tidak punya tempat untuk berpaling—kecuali kepada Sang Pencipta.
Sebagian dari para murid adalah nelayan berpengalaman. Mereka telah menghabiskan banyak waktu di Danau Galilea, tetapi badai ini begitu kuat sehingga ombak hampir membalikkan perahu. Para murid takut mereka akan tenggelam. Saat para murid panik, apa yang Yesus lakukan? Dia sedang tidur!
Murid-murid membangunkan Yesus. Situasi di luar kendali mereka, dan mungkin mereka merasa ditinggalkan oleh Allah. Tapi reaksi mereka penuh ironi: “Guru, apakah Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” (Markus 4:38).
Murid-murid jelas tidak tahu alasan mengapa Yesus datang ke bumi. Yesus datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus benar-benar akan ditinggalkan oleh Allah. (Lihat Matius 27:46.) Yesus akan mengalami kematian yang pantas diterima oleh para murid—dan semua orang berdosa agar mereka dapat hidup selamanya bersama Allah. Apakah Yesus peduli bahwa para murid akan mati? Sangat. Tetapi Dia akan menyelamatkan mereka dari sesuatu yang lebih buruk daripada tenggelam. Yesus akan menyelamatkan mereka dari kematian rohani.
Yesus menenangkan angin dan ombak. Dia menunjukkan kekuasaan-Nya atas ciptaan dan menunjukkan bahwa Dia benar-benar Allah. Allah berkuasa atas angin dan ombak (Lihat Ayub 12:15; 28:25; Maz 33:7; 107:25-30; Amos 4:13).
Murid-murid Yesus tahu bahwa Yesus adalah orang yang baik dan guru yang baik. Tetapi ketika Yesus menenangkan angin dan ombak, Dia menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia juga Allah. Allah mengatur laut dan menenangkan ombak. (Mazmur 89:10)

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
1. Ketika badai menerjang, apa yang sedang Yesus lakukan di dalam perahu? (Yesus tidur). Apa yang dirasakan murid-murid Ketika melihat badai yang sangat besar sehingga kapal mereka hampir tenggelam? (Mereka sangat ketakutan dan tidak percaya bahwa Yesus pasti menjaga mereka tetap aman).
2. Bagaimana cara Yesus menenangkan badai? (Hanya dengan berkata, “Diam! Tenanglah!” Langsung ombak dan badai berhenti.) Mengapa ombak dan badai taat kepada Yesus?(Karena Yesus adalah Allah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu yang Dia ciptakan!)
3. Ketika menghadapi situasi yang sulit dan menakutkan, bagaimana kita bisa tahu bahwa Yesus dapat dipercaya untuk melakukan apa yang baik bagi kita? (Bantulah anak Anda melihat bahwa ketakutan kita berasal dari kurangnya pemahaman dan kepercayaan akan siapa Yesus itu. Dari Alkitab, kita tahu siapa Yesus dan Dia menolong kita untuk percaya sepenuhnya kepada-Nya bahkan di tengah badai. Alkitab mengajarkan bahwa Allah hanya melakukan apa yang baik dan benar. Segala sesuatu yang Dia lakukan adalah untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan kita)
4. Ketika Yesus menyuruh angin dan ombak untuk tenang, semua menurut. Maka kita bisa percaya dengan pasti bahwa ketika Yesus berkata kita akan memiliki hidup yang baru karena percaya kepada-Nya, itu adalah kebenaran. Kta belajar PERTANYAAN GAMBAR BESAR yang baru:
❖ Mengapa Yesus melakukan mukjizat? (Why did Jesus perform miracles?)
❖ Jawaban : Yesus melakukan mukjizat untuk memuliakan Allah, menunjukkan bahwa Dia Anak Allah, dan memelihara manusia. (Jesus performed miracles to glorify God, toshow He is the Son of God, and to care for people.)
5. AYAT KUNCI HAFALAN yang baru mengingatkan kita bahwa Allah melakukan banyak hal indah bagi kita. Mukjizat terbesar Allah adalah ketika Dia mengirim Anak-Nya, Yesus, untuk menyelamatkan orang berdosa dengan mati di kayu salib dan bangkit kembali.

AYAT KUNCI HAFALAN
Mazmur 40:6 (TB) Banyaklah yang telah Kaulakukan Ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami.
Psalm 40:5 (NIV) Many, LORD my God, are the wonders You have done, the thingsYou planned for us.
