SUMMARY 12 JULI 2026
UNIT 22 SESI 4
JUDUL : YESUS MENYEMBUHKAN ORANG BUTA
PEMBICARA : KAK NIKO, KAK GABBY, KAK MAVERICK
Dalam Perjanjian Lama, Yesaya bernubuat tentang Mesias yang akan datang. Yesaya 35:5-6 menceritakan tentang suatu masa ketika “mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” Ketika Allah Putra datang ke bumi, Dia datang sebagai Penyembuh—menyembuhkan penyakit kulit, menghidupkan orang mati, membuat orang lumpuh berjalan, dan memberikan penglihatan kepada orang buta.

Yohanes 9 memberi kita gambaran sekilas tentang kerajaan Allah, di mana ciptaan ditebus, dan membuka mata kita untuk mengerti tujuan yang lebih tinggi atas penderitaan yang terjadi dalam hidup kita. Para murid mengajukan pertanyaan kepada Yesus yang masih menjadi pergumulan banyak orang hingga hari ini: Mengapa orang ini menderita? (Dalam hal ini, mengapa orang ini dilahirkan buta?) Apakah karena dosa?
Jawaban Yesus memberikan harapan kepada siapa pun yang menghadapi penderitaan: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3). Karena Yesus adalah Tuhan atas segalanya, semua penderitaan dalam hidup ini memiliki arti dan tujuan.

Ajaibnya, Yesus memberikan penglihatan kepada orang yang buta itu. Tetangga pria itu melihat perubahan itu, dan dia memberi tahu mereka apa yang telah Yesus lakukan untuknya. Tetapi reaksi para pemimpin agama—skeptis dan tidak percaya—mengungkapkan jenis kebutaan yang berbeda: kebutaan rohani. Dosa menghalangi kita untuk melihat apa yang benar tentang Allah. Yesus datang sebagai terang ke dunia yang gelap. Dia membantu kita melihat apa yang benar sehingga kita bisa mengenal Allah.
Dosa kita membuat kita tidak dapat melihat kebenaran tentang Allah. Yesus datang sebagai terang di dunia yang gelap. Dia datang untuk memberi kita penglihatan—pemahaman yang benar tentang Allah dan kerajaan-Nya. Mereka yang percaya kepada Yesus melihat siapa Dia dan menyembah Dia.

POIN DISKUSI BAGI KELUARGA:
1.Murid-murid Yesus mengira bahwa orang yang buta sejak lahir itu telah berbuat dosa sehingga menjadi buta. Apakah itu benar? (Tidak.) Tetapi menurut Yesus, mengapa orang itu terlahir buta? (Yesus berkata bahwa dia dilahirkan buta bukan karena hukuman Allah atas dosanya atau dosa orangtuanya. Tapi melalui kebutaan-nya, Allah mau menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya di dunia!)
2. Sama seperti para murid, waktu kita menghadapi masalah atau penyakit, kita suka berpikir bahwa itu karena Allah sedang menghukum kita. Bagaimana kita bisa merubah cara berpikir kita yang salah tersebut? (Jelaskan kepada anak Anda bahwa A). Sebenarnya, setiap kita bisa mengalami sakit atau masalah karena dunia kita telah rusak akibat dosa. B). Selain itu sebagai manusia berdosa, ada kalanya kita membuat pilihan yang salah sehingga kita sakit dan mengalami masalah. Tetapi konsekuensi akibat pilihan kita yang salah itu tidak sama dengan hukuman Allah! Kita bersyukur bahwa Allah berkuasa untuk menyatakan kemuliaan-Nya di tengah semua yang rusak akibat dosa!)
3. Dalam hal apa kita seperti orang yang buta sejak lahir? (Bimbing anak2 untuk berpikir apa artinya dilahirkan dalam dosa. Itu artinya dosa menghalangi kita untuk mengenal Allah melalui usaha kita. Kita tidak bisa menyembah, mengasihi dan memuliakan Allah. Puji Tuhan! Yesus datang untuk menghapus dosa kita. Yesus membuka mata hati kita untuk mengenal kasih dan kemuliaan-Nya, sehingga kita bisa menyembah, mengasihi & memuliakan Allah)
4. Dosa membuat kita tidak bisa menyembah, mengasihi dan memuliakan Allah. Karena itulah Yesus datang untuk membawa kita kembali kepada tujuan Allah menciptakan kita! Ini mengingatkan kita pada PERTANYAAN GAMBAR BESAR :
5. AYAT KUNCI HAFALAN berkata bahwa Yesus mati di kayu salib dan bangkit kembali untuk menyembuhkan kita dari kerusakan yang disebabkan oleh dosa dan memberi kita hidup selamanya bersama Allah.

AYAT KUNCI HAFALAN:
Yesaya 53:4 AYT) Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya. Namun, kita mengira bahwa Dia terkena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Isaiah 53:4 (NIV) Surely He took up our pain and bore our suffering, yet we considered Him punished by God, stricken by Him, and afflicted.
