Pengharapan di Tengah Kekecewaan

Melalui Observasi Keluaran 5, kita dpt melihat perbandingan antara pemerintahan Tuhan dan Firaun.  Kata Pekerjaan (Work) di ayat 9 saat di asosiasikan dengan Firaun, artinya adalah “Melayani seperti budak”. Tetapi kata-kata yg sama juga di pakai oleh Musa di Pasal 4:23 saat diasosiasikan dengan Tuhan, artinya adalah “Beribadah untuk melayani dalam penyembahan” kesimpulannya: “DI DALAM TUHAN HIDUP KITA MENJADI PENYEMBAHAN – DI DALAM DOSA HIDUP KITA ADA DI BAWAH PERBUDAKAN” – Mesir yg adalah gambaran dunia yang berdosa & Firaun yg adalah gambaran iblis yang selalu membohongi kita utk kita terus ada di bawah perbudakan Dunia yang berdosa.

Bgmn membedakan apakah hidup kita ini merupakan PENYEMBAHAN/PERBUDAKAN? Kita membandingkan Keluaran 5:1 dan Keluaran 5:9. Di dalam Tuhan dan Di Dalam Dosa (di bawah kekuasaan Firaun): “DI DALAM TUHAN APA YANG KITA KERJAKAN DAN PELAYANAN KITA MEMBAWA SUKACITA – DI DALAM DOSA APA YANG KITA KERJAKAN MENJADI BEBAN & MEMBAWA DUKA” – Dosa selalu memperbudak & tidak pernah menepati apa yang dijanjikannya. Tujuan Hidup kita dijabarkan Konfesi Wetminster adalah memuliakan Tuhan dan menikmati Dia selama-lamanya. Bagaimana kita bisa lepas dari Perbudakan ini & hidup dalam penyembahan?

Utk mengeluarkan Bangsa Israel, maka tangan Tuhan yang kuat menghukum Mesir atas pemberontakannya terhadap Tuhan dgn Menulahinya dengan 10 Tulah. Utk membebaskan kita dari kutuk & cengkeraman dosa, maka kabar baik Injilnya, “TULAH YANG SEMESTINYA DITIMPAKAN KEPADA KITA CIPTAAN YANG BERDOSA, DITANGGUNG OLEH SANG PENCIPTA DI KALVARI SUPAYA KITA TIDAK LAGI HIDUP DI BAWAH PERBUDAKAN DOSA.” (Baca Yesaya 53:2-5) Pandanglah Kasih Kristus yg Sempurna & Biarlah Kasih-Nya MENATA ULANG HATI KITA SEMUA.  

UNTUK Lebih lengkapnya SIMAK KHOTBAH BERIKUT INI Exodus Week 9 - Pengharapan di Tengah Kekecewaan - Rev. Michael Chrisdion, MBA

KATEKISMUS REFORMASI

Pertanyaan Minggu ke-11

Apa yang dituntut Allah dalam perintah keenam, ketujuh & kedelapan?

Jawaban

Keenam, bahwa kita tidak boleh menyakiti, membenci atau memusuhi sesama kita, tetapi harus sabar & penuh damai, bahkan memperlakukan musuh kita dengan kasih.

Ketujuh, bahwa kita pantang melakukan perbuatan asusila tetapi harus hidup kudus dan setia, baik dalam pernikahan maupun ketika hidup melajang; menjauhi segala tindakan, penampilan, perkataan, pikiran, keinginan yang tidak kudus dan apa pun yang bisa mengarah kepada hal-hal itu.

Kedelapan, bahwa kita tidak boleh mengambil tanpa izin milik kepunyaan orang lain, atau menahan kebaikan dari seseorang untuk kepentingan kita.

Bacaan Ayat

Roma 13:9

Karena Firman : Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini, dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam Firman ini, yaitu : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri !