Kita hidup di dunia yang mengajarkan satu hal sejak kecil:
jadilah seseorang, baru kamu berarti.
Maka kita berlari…
mengejar prestasi, pengakuan, pencapaian,
bahkan pelayanan…
sering kali bukan karena sukacita,
tapi karena takut tidak cukup.
Natal datang dengan pertanyaan yang tidak nyaman:
identitas kita dibentuk oleh apa?
Ambisi yang harus terus dibuktikan,
atau anugerah yang sudah lebih dulu diberikan?
Dalam seri Silsilah Anugerah dalam Kelahiran Kristus,
kita sampai pada puncaknya:
Yesus tidak datang untuk orang yang sudah “jadi”,
tetapi untuk hati yang lelah membuktikan diri.
Mungkin masalah terbesar kita bukan kurang iman,
tapi salah sumber identitas.
Minggu ini, mari kita berhenti sejenak…
dan mendengar kabar baik itu bersama.
Join us this week, ADVENT : SILSILAH ANUGERAH DALAM KELAHIRAN KRISTUS
“Identitas Kita: Ambisi atau Anugerah?”
Sunday Service, 21 Desember 2025 pk. 08:00 | 10:30 | 13:00
Live Streaming ➡️ www.gibeon.church 08:00|10:30|13:00
#adventsermonseries #gibeonchurchsby #bukantempatuntukorangsempurna #disempurnakanolehkuasainjil #gerejainjili #gerejasurabaya
PERENUNGAN KATEKISMUS
Pertanyaan Minggu ke-51
Harapan apa yang tersimpan bagi kita dalam kehidupan kekal?
Jawaban
Mengingatkan kita bahwa dunia sekarang yang sudah rusak ini tidak akan ada untuk selamanya; tidak lama lagi kita akan tinggal bersama Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya di kota baru, dilangit baru dan bumi baru, tempat kita akan bebas dari dosa sepenuhnya dan selamanya dan akan mendiami tubuh kebangkitan yang diperbarui di dunia ciptaan baru yang sudah dipulihkan.
Bacaan Ayat
Wahyu 21:1-4
(1)Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (2)Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (3)Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. (4)Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”