Kegelapan Hati Manusia

Banyak orang berpikir masalah manusia hanya soal menjadi lebih baik: lebih bermoral, lebih religius, lebih rohani.

Tapi bagaimana kalau masalahnya bukan sekadar perilaku…
melainkan hati manusia yang gelap?

Roma 1:18–32 membuka kenyataan yang sering kita hindari: manusia menolak Allah, lalu mulai membangun allah versi mereka sendiri. Melalui moralitas yang membuat kita merasa lebih benar, atau religiusitas yang membuat kita merasa dekat dengan Tuhan. Namun di balik semua itu, hati manusia tetap berada dalam kegelapan.

Lalu muncul pertanyaan yang lebih dalam:
Siapa kita sebenarnya jika hidup tanpa Allah?

THE GOSPEL AFTER GENESIS
“KEGELAPAN HATI MANUSIA”

📅 Sunday Service, 15 Maret 2026
⏰ 08:00 | 10:30 | 13:00
📺 Live Streaming ➡️ www.gibeon.church

#THEGOSPELAFTERGENESIS #gibeonchurchsby #bukantempatuntukorangsempurna #gerejainjili #gerejasurabaya

PERENUNGAN KATEKISMUS 

PERTANYAAN 11:

Adakah yang dapat menjalankan hukum Allah dengan sempurna?

Jawaban:

Sejak kejatuhan, tidak ada manusia yang mampu memelihara hukum Allah dengan sempurna. Sebaliknya, kita memiliki kecenderungan alamiah untuk menolak Allah dan tidak mengasihi sesama kita sebagaimana mestinya.

Ayat Bacaan

Roma 3:10-12 TB

seperti ada tertulis: ”Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.