Esensi Kenaikan Yesus ke Sorga

The Paradox of the Gospel Week 4 (Ascension Day) "Esensi Kenaikan Yesus ke Sorga" 

Ps. Michael Chrisdion

Pembacaan    : Kisah Para Rasul 1: 1 - 11

Banyak orang Kristen yang kurang memahami makna Kenaikan Kristus ke sorga, Kita akan melihat apa makna kenaikan Kristus ke sorga bagi kita orang yang percaya kepadaNya

Kisah Para Rasul 1:1
1  Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,

Kitab ini ditulis oleh Lukas kepada Teofilus  yaitu seorang yang memiliki pemikiran yang maju, berbudaya tinggi namun skeptis. 

Kisah Para Rasul 1:2-3
2sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia Membuktikan, Bahwa Ia Hidup. Sebab Selama Empat Puluh Hari Ia Berulang-Ulang Menampakkan Diri

Disini diceritakan bahwa Yesus menampakkan diri dan membuktikan kepada banyak orang berulang-ulang bahwa Dia hidup. Artinya apa saja yang dibicarakan Yesus dan nubuatan-nubuatan di Perjanjian Lama itu semuanya benar dan bukan dongeng atau isapan jempol. 

Banyak orang yang berkata “Saya tertarik dengan agama Kristen.” Saya berkata, "Mengapa?"

"Aku butuh sesuatu dalam hidupku.""Seperti apa?" "Aku butuh kekuatan." Nah, ada banyak cara untuk mendapatkan kekuatan. "Aku butuh inspirasi." Ada banyak cara untuk mendapatkan inspirasi. “Saya membutuhkan ini dan itu, dan saya pikir Kekristenan dapat memberikannya kepada saya.” Oke. “Tapi aku sedikit khawatir. Jika saya menjadi orang Kristen, apakah saya dapat melakukan ini atau tidak?” Saya ingin mengatakan, “Tunggu sebentar. Jadi kekristenan adalah semacam barang konsumen dan Anda berpikir itu mungkin melakukan ini tetapi Anda ingin memastikan itu tidak memiliki efek samping?”

Jangan tanya apakah kekristenan itu praktis. Bukan untuk memulai. Jangan tanya apakah itu relevan. Jangan tanya apakah itu memuaskan. Tanyakan apakah itu benar. Karena jika itu benar, itu akan menjadi relevan dan praktis dan memuaskan. Jika itu tidak benar, itu tidak akan terjadi. Anda berkata, "Apa maksudmu?" Nah, bagaimana jika Anda bisa yakin bahwa seburuk apapun yang ada di dunia ini, suatu saat nanti semuanya akan beres? Bagaimana jika Anda bisa yakin bahwa apa pun yang Anda lihat di sekitar Anda, apa pun yang terjadi, suatu hari nanti semuanya akan baik-baik saja? Atau menghadapi kematian. 

Kis 1:2-3
2sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. 3Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa ia hidup. sebab selama empat puluh hari ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Selanjutnya Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah. Apa yang Dia katakan tentang Kerajaan Allah? 

Kis 1:4-8
4  Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kata-Nya – ”telah kamu dengar dari pada-Ku. 5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” 6Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: ”Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 7Jawab-Nya: ”Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Saat bicara tentang Kerajaan Allah, maka Yesus menekankan untuk menantikan janji Bapa yaitu turunnya: Roh Kudus

9  Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11dan berkata kepada mereka: ”Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Jadi Yesus bicara tentang Kerajaan Allah, bukan Kerajaan Allah yang dimaksudkan murid-muridNya tetapi versi Kerajaan Allah yang berbeda dengan versi dunia. Kemudian ada janji allah yaitu Roh Kudus. Kemudian setelah itu  Yesus naik ke sorga. Jadi ketiga hal ini adalah berhubungan.

Tim keller berkata “ Jika Anda ingin memahami tentang Kerajaan Allah, Anda perlu memahami esensi Kenaikan Yesus Ke Sorga dan Pentakosta. “

            1. KENAIKAN YESUS KE SURGA MEMUNGKINKAN KEINTIMAN YANG TAK TERPISAHKAN

Yoh 20:17
Kata Yesus kepadanya: ”Janganlah Engkau Memegang Aku, Sebab Aku Belum Pergi Kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

“ Janganlah Kamu Memegang Aku Begitu Erat Karena Aku Belum Naik Ke Sorga.”

Mengapa Yesus berkata ini ? Mengapa Maria memeluk Yesus begitu erat yaitu Maria takut kehilangan Yesus karena dia sudah kehilangan Yesus waktu mati di salib. Namun Yesus seolah-olah berkata “ Maria, biarkan Aku naik ke sorga, karena kalau kamu memeluk Aku dalam keadaan yang sekarang, yang fisik, meskipun aku dengan tubuh kemuliaan. Kamu akan kehilangan Aku. Waktu Aku harus pergi atau waktu kamu harus pulang maka biarkan Aku naik ke sorga. Karena saat Aku naik maka melalui Roh Kudus Aku datang padamu,  Jadi melalui kenaikan Yesus maka melalui Roh Kudus, Yesus datang kepada kita.

Kenaikan yesus ke sorga memungkinkan Dia masuk ke dalam hati kita yang percaya kepada-Nya melalui Roh Kudus. Sehingga kita memiliki keintiman dengan Kristus yang tak terpisahkan.

Artinya kita tidak akan pernah kehilangan Yesus lagi. Kita  akan memiliki persekutuan yang paling intim dengan Yesus, kehadiran Tuhan yang paling utama. Bahkan jika kita ditempatkan di penjara tergelap di dunia, itu tidak bisa memisahkanmu dari Kristus , karena Kristus akan bersama dengan kita.  Jadi “ Maria, Maria,," katanya, "biarkan Aku naik, karena dengan kenaikanKu ke sorga, itu yang memungkinkan Aku akan selalu bersamamu." "Maria, biarkan Aku melepaskan tanganKu agar Aku bisa naik, ke sorga sehingga Aku bisa masuk ke dalam hatimu, dan kemudian kamu tidak akan pernah, pernah kehilangan Aku."

"Kau naik ke Sorga dari depan mata kami, dan kami berpaling dalam duka, hanya untuk bertemu denganmu di dalam hati kami." - Augustine The Hippo (Confession - Book 1, Chapter 1, Section 1)

          2. KENAIKAN YESUS KE SURGA MENUNJUKKAN KEDAULATAN-NYA YANG MENENANGKAN

Efesus 1:19-22
19dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22  Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Yesus duduk di sebelah kanan allah ini bicara tentang kerajaan. Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah. Segala sesuatu diletkakan di bawah kaki Kristus. Ini bicara tentang keraajaan dan kristus diberikan semua ini untuk kepentingan jemaat.

Yesus naik ke sorga untuk didudukkan di sebelah kanan Allah di sorga (di singgasana alam semesta). Untuk berdaulat dan mengatur segala sesuatu yang terjadi di dalam sejarah bagi kita.

Apa signifikansinya bagi kita dan mengapa hal ini sangat menenangkan? Kalau kita masih ingat di kitab Roma 8:28

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu Untuk Mendatangkan Kebaikan Bagi Mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Artinya Yesus Kristus naik ke sorga, di singgasana alam semesta. Dia berdaulat dan mengendalika segala sesuatu yang terjadi. Mengendalikan sejarah termasuk hal-hal buruk yang semula tidak dirancang Allah bagi dunia. Dan memang Tuhan tidak menciptakan kematian. Tuhan tidak menciptakan kejahatan dan penderitaan. Itu semua ada karena dosa.
Tetapi sekarang dengan kenaikan yesus ke sorga. Melalui Yesus  maka Allah mengkonfirmasi meneguhkan kendalinya atas segala segala sesuatu bahkan melalui semua keadaan baik yang buruk maupun yang baik, semuanya menjadi bagian dari rencanaNya. Artinya bahkan hal yang burukpun bisa menjadi bagian rencanaNya yang indah untuk mendatangkan kebaikan.

Kalau kita lihat di Perjanjian Lama ; 

2 Raja-Raja 6. 

Nabi Elisa Terjebak di Kota Dotan Waktu Elisa berdoa, Tuhan mengirimkan kereta malaikat, kereta berapi, untuk untuk melindungi Elisa dari musuh. Tuhan membutakan mata musuh-musuhnya. Ketika kita membacanya, mungkin kita berkata, “Nah, kehidupan doa seperti itulah yang ingin saya miliki. Itu dia. Itulah yang saya bicarakan. Itu adalah hasil doa yang powerful””

Kejadian 37
Yusuf Dijual Ke Mesir - di Kota Dotan. Mungkin Yusuf Berdoa minta tolong, tapi tidak terjadi apa-apa, Dia Dijual sebagai budak dan mengalami penderitaan perbudakan, penjara, ketidakadilan bertahun-tahun sampai akhirnya Tuhan mengangkat dia menjadi Perdana Menteri Mesir, tangan kanan Firaun. Tetapi beberapa abad sebelumnya di Dothan, Yusuf dilemparkan ke dalam lubang oleh saudara-saudaranya yang cemburu dan iri hati, dan ketika dia berada di dalam lubang itu, mengetahui bahwa dia mungkin akan dibunuh atau dijual sebagai budak, dia berdoa dan berdoa dan berdoa, dan tidak terjadi apa-apa. Dia dijual sebagai budak. Bertahun-tahun siksaan, bertahun-tahun perbudakan, bertahun-tahun berada di penjara bawah tanah, namun kita tahu Tuhan bekerja dalam semua itu untuk akhirnya menjadikannya perdana menteri Mesir. Jika semua hal buruk itu tidak terjadi, hal baik tidak akan terjadi. Keluarga Yusuf yang menjadi bangsa Israel tidak akan diselamatkan dari kelaparan.

Kej 50:20
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah Telah Mereka-Rekakannya Untuk Kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Terkadang Tuhan terlihat benar-benar hadir. Terkadang Tuhan terlihat tidak hadir di saat hal-hal buruk sedang terjadi, namun Tuhan tidak pernah absen. Tuhan tidak pernah tinggal diam. Dia selalu bekerja.  Kekalahan akhir dari kejahatan adalah kejahatan itu akan merusak dirinya sendiri, mengalahkan dirinya sendiri, menghasilkan kebaikan yang lebih besar daripada yang akan terjadi apabila kejahatan itu tidak terjadi. Di dalam tangan Tuhan, di dalam hidup orang percaya, bahkan hal yang buruk dan kejahatan akan menghasilkan kebaikan yang lebih besar daripada yang akan terjadi apabila kejahatan itu tidak terjadi.

Hal yang burukpun bisa menjadi bagian rencanaNya yang indah untuk mendatangkan kebaikan.

Mungkin kita berkata itu terjadi di Perjanjian Lama, bagaimana dengan di Perjanjian Baru? 

Tuhan tidak hanya sekedar berbicara atau bukan hanya mengatur apa yang terjadi dengan umatNya, namun ada bukti yang lebih tinggi lagi yang sering kita lupakan yaitu;

Karya salib kristus adalah bukti, bahwa:  penghakiman yang paling tidak adil, kejahatan yang paling mengerikan, penderitaan yang paling keji, kematian yang paling mengenaskan, diijinkan dan dilaksanakan untuk terjadi atas Yesus Kristus – sang inkarnasi Allah sendiri! Salib adalah bukti bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu bahkan yang buruk dan jahat untuk mendatangkan kebaikan dan kemuliaan bagi umat-Nya.

Maksudnya adalah bahwa setiap hal yang terjadi, bahkan hal-hal buruk, Yesus bekerja di dalamnya untuk mengubah yang jahat, untuk memutar balikkan agar kejahatan itu mengalahkan dirinya sendiri dan menghasilkan kebaikan yang lebih besar daripada yang seharusnya terjadi lebih daripada apa yang kita bayangkan.

          3. KENAIKAN YESUS KE SURGA MENJADIKAN DIA PEMBELA KITA YANG MEMBENARKAN

1 Yoh 2:1-2a (BIMK)
1Anak-anakku! Saya menulis ini kepada kalian supaya kalian jangan berbuat dosa. Tetapi kalau ada yang berbuat dosa, Maka Kita Mempunyai Seorang Pembela, Yaitu Yesus Kristus Yang Adil Itu; Ia akan memohon untuk kita di hadapan Bapa.2 Dengan perantaraan Yesus Kristus itulah dosa-dosa kita diampuni.

Yang di tekankan di sini adalah pembela dmana bahasa aslinya menggunakan kata-kata hukum di pengadilan Advocate (Pembela/Perantara) Mengapa ini penting? Setiap manusia memiliki kecenderungan  untuk begitu kuatir (concern) akan: prestasinya, pencapaiannya, penampilannya. Apa kata(pendapat) orang lain tentang dirinya dan penilaian tentang siapa dirinya. 

Arthur Asher Miller adalah seorang penulis naskah drama, esais, dan penulis skenario di teater Amerika abad ke-20. Dalam naskah dramanya yang berjudul After The Fall. dia mendeskirpsikan gambaran yang Alkitabiah meskipun kesimpulannya dia tidak percaya Tuhan. Namun ada sesuatu yang sangat akurat dalam deskripsinya terhadap kecenderungan dosa manusia yaitu mengenai pembuktian diri atau pride. Dia berkata :

”Selama bertahun-tahun saya melihat hidup seperti suatu kasus pengadilan untuk membuktikan sesuatu. Ketika muda, saya membuktikan betapa berani, cerdas dan romantisnya diriku. Seiring berjalannya waktu kita membuktikan bahwa diriku seorang ayah yang baik , seorang yang bijak dan seorang yang berpengaruh. Tetapi yang mendasari semua itu adalah asumsi bahwa saya sedang ada di sebuah ruang pengadilan dimana saya akan dinilai oleh seorang hakim yang memberikan “vonis” (Verdict) yaitu pembenaran atau penghukuman  (Justified Or Condemned). 

Meskipun dia tidak percaya Tuhan ini membuktikan bahwa manusia selalu mencari pembuktian diri? Kenapa? Karena dia diciptakan untuk menemukan makna dan keinginan utuk dihargai dan diterima. Raja Salomo mengatakannya di kitab pengkotbah  bahwa Tuhan menaruh kekekalan di dalam hati manusia. Kalau kita tidak menaruh Tuhan sebagai harga diri kita dan penerimaan kita. Kita akan taruh yang lain untuk menentukan harga diri dan penerimaan kita. Kita akan menaruhnya sebagai dasar jati diri kita. Itulah sebabnya banyak orang naik turunnya kebahagiaannya bergantung pada apa yang orang katakan tentang dia

Selalu tergantung sama penilaian orang. Seakan-akan hidup ini kita di nilai dalam sebuah pengadilan. Bahkan sosial media kita memiliki sistem yang sama. Berapa banyak likes yang kita dapat, berapa banyak follower kita. Berapa banyak orang melihat story kita dan reel kita dan video kita. Apakah kita signifikan, penting dan berharga di mata manusia. Tuhan tidak ingin kita hidup disiksia oleh siklus ini, oleh belenggu ini. Kita memliki identitas yang baru dan sekarang Yesus naik kesorga, untuk apa?

Yesus Kristus adalah pembela/perantara yang sempurna di dalam pengadilan hidup ini

Kita tidak perlu lagi membuktikan diri kepada siapapun. Kita memiliki Yesus yang menjadi pembela kita, penyelamat kita dan pengantara kita .

Ibr 7:25 (TB)
Ia (Yesus) sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia Hidup Senantiasa Untuk Menjadi Pengantara Mereka.

Pengantara di sini bicara mengenai kata-kata bahasa hukum mediator, pemohon yang memediasi. Sebab ia hidup selama-lamanya untuk mengajukan permohonan kepada Allah bagi orang-orang itu. Pengacara yang baik tidak hanya berdiri di sana dan bertanya kepada hakim dan juri, "oh tolong, bebaskan klien saya." pengacara memiliki kasus yang kuat. Apa kasus yang kuat itu?

Di hadapan Allah Yesus menjadi pengantara – pembela (advocate) bagi kita yang bersalah, berdosa dan seharusnya dihukum. Yesus menjadi pembela yang sempurna dengan mencurahkan darah-Nya dan menyerahkan tubuhNya hancur di salib.Yang benar divonis bersalah. Yyang kudus menjadi dosa. Yyang kekal menjalani maut untuk membayar lunas hutang dosa kita.

Ini kasus terkuat di seluruh jagad raya, mengapa? Yesus sudah bayar lunas hutang dosa kita sekali untuk selamanya kepada Allah Bapa yang adil. Maka Bapa tidak bisa menerima  pembayaran lebih dari sekali itu tidak adil Pembayaran Yesus sekali dan melalui itu Dia membela kita. Kasus ini sangat kuat dan tidak bisa gagal.

1 Yoh 1:9 (TB)
9Jika kita mengaku dosa kita, maka IA ADALAH SETIA DAN ADIL, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Dia setia dan adil. Kalau kita mengaku dosa maka dosa kita diampuni dan Tuhan yang adil bisa mengampuni karena ada pihak lain yang membayar lunas hutang dosa kita yaitu Yesus Kristus. Kalau kita mengerti ini maka kita tidak perlu lagi membuktikan diri, membenarkan diri bahkan membela diri. Salah satu contoh yang sangat luar biasa untuk menggambarkan hal ini ada di Alkitab yaitu melalui kisah Stefanus. 

Kisah Stefanus Kisah Para Rasul 7.

Dia difitnah, divonis bersalah melalui kesaksian palsu dan mati dirajam batu.

Apa sesungguhnya kesalahan Stefanus? Stefanus adalah seorang diaken yang bertugas memberdayakan warga miskin dalam jemaat. Tak hanya itu saja. Lukas juga mencatat: ”Stefanus sangat diberkati oleh Allah, sehingga ia mengadakan banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa di antara masyarakat.” (Kis. 6:8; BIMK). Lalu, di manakah letak kesalahannya? Bukankah banyak orang tertolong olehnya, tak hanya secara materi, juga rohani? Bahkan, melalui dia banyak orang merasakan mukjizat kesembuhan. Stefanus berkotbah Injil di depan mahakamah agama dengan berani,tanpa takut,tanpa pembuktian diri dantanpa takut penolakan. Bukan untuk ingin diterima namun benar-benar karena dia sudah aman akan siapa diriinya di dalam Kristus

Kis 7: 54Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. 55Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 

Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” 57Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia.  57Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. 58Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya.

59Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: ”Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” 60Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: ”Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Pada titik ini Stefanus hanya mengikuti jejak Kristus, yang berkata, ”Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34). Stefanus berjalan di Jalan Kristus. Dia aman, tenang, berani dan dia tidak perlu membuktikan diri. Yang dia lihat adalah Yesus berdiri di sebelah kanan Allah, pembela yang sempurna. Yesus yang berdaulat. Yesus yang ada di hatinya melalui Roh KudusNya tidak pernah meninggalkan dia.

Jadi melalui Kenaikan-Nya Ke Sorga

  • Roh Kudus Dicurahkan ke dalam hati kita supaya kita memiliki Keintiman yang tak terpisahkan
  • Hati kita bisa tenang karena Dia menjadi Raja yang berdaulat dan memegang kendali segala sesuatu yang terjadi di dalam sejarah bagi kita.
  • Di hadapan sosok Terpenting (Tuhan) & pengadilan Teragung, kita tidak perlu kuatir membuktikan diri karena di Dalam Kristus kita memiliki Pembela sempurna yang telah membayar lunas hutang dosa dan kegagalan kita.

Pertanyaan Reflektif: 

Saat kita merasa jauh, kuatir, insecure, tersinggung, defensive (ingin membuktikan diri) telusuri hati kita...Siapa yang saat itu kita percayai? Kemampuan kita, usaha kita, diri kita? Ataukah Kristus yang sudah menyelesaikan sempurna karyanya? Suara siapa yang kita dengarkan? Penilaian/pendapat orang lain, filosofi atau kebohongan dunia? Ataukah suara Roh Kudus melalui Firman dan Injilnya?

Bertobatlah dari mempercayai yang lain selain Kristus
Bertobatlah dari mendengarkan suara yang lain selain firmanNya 

Gospel Responses

Ingatkan diri terus menerus akan injil bahwa melalui kenaikan Kristus ke sorga

  • Tuhan selalu menyertai lewat Roh Kudus di hati kita.
  • Tuhan berdaulat mendatangkan kebaikan melalui segala sesuatu.
  • Kita memiliki pembela sempurna yang selalu berada di pihak kita.

KARENA INJIL ..

  • Meskipun kita tidak selalu merasakan tuhan, tetapi kita tahu tuhan ada di tempat terdekat melalui roh kudus di hati  kita
  • Meskipun mengalami pergumulan (buruk) dalam musim hidup, kita tahu dalam kedaulatan-Nya ada kebaikan di balik keadaan.
  • Meskipun manusia/dunia menolak atau bahkan merendahkan, kita tidak perlu membuktikan diri karena kita sudah diterima dan mengalami pembelaan mulia di dalam Kristus.