Jesus Is Arrested

✨ Jesus Is Arrested ✨

📖 Ayat Bacaan: Markus 14:32–64

📝 Ringkasan Khotbah:

Dalam kisah penangkapan Yesus, Markus tidak sedang menyoroti keberanian atau kegagalan para murid, melainkan kesetiaan Yesus ketika semua orang meninggalkan-Nya. 

Saat tekanan datang, murid-murid merespons dengan dua cara: Petrus melawan (fight), sementara yang lain melarikan diri (flight). Respons yang berbeda, tetapi hati yang sama yaitu usaha menyelamatkan diri sendiri.

Yesus justru tetap tinggal. Ia tidak membela diri di pengadilan yang penuh ketidakadilan. Ia tidak melarikan diri, tidak memanggil malaikat, dan tidak menyangkal kebenaran. Injil bukan tentang keberanian kita untuk bertahan, tetapi tentang Kristus yang setia ketika kita gagal.

🤔 Pertanyaan Reflektif:

1. Saat menghadapi tekanan, kecenderunganmu apa: fight, flight, atau freeze? (Tips Respons 💡: Ingatkan anak Anda bahwa respons alami manusia sering berpusat pada menyelamatkan diri, bukan mempercayai Tuhan.)

2  Bagian apa yang paling sulit bagimu dalam mengikut Kristus, dan mengapa? (Tips Respons 💡: Bantu anak Anda melihat bahwa mengikut Yesus bukan soal kemampuan, tetapi soal bersandar pada kesetiaan-Nya.)

✝ GOSPEL CONNECTION:

Para murid pantas gagal. Petrus pantas jatuh. Namun Yesus, yang layak menerima hormat dan kemuliaan, memilih penangkapan, kehinaan, dan belenggu. Ia menanggung kesalahan supaya kita dilepaskan. Injil bukan berkata, “Jadilah berani,” melainkan, “Yesus setia ketika kita tidak.”

🙌🏼 Sebagai Gospel People, kita…

1. Mengikuti Yesus bukan dengan mengandalkan kekuatan diri, tetapi dengan penyerahan diri.

2. Beristirahat pada kesetiaan Kristus, bukan pada kemampuan kita untuk tetap setia.

3. Belajar mempercayai Yesus bukan hanya saat aman, tetapi juga saat itu menuntut pengorbanan.