Jesus Is Crucified
๐ Ayat Bacaan: Markus 15:6โ15; 33โ39
๐ Ringkasan Khotbah:
Kita hidup di dunia yang terbiasa memilih lewat suara terbanyak, sehingga sering mengira yang ramai pasti benar. Namun di Markus 15, suara terbanyak justru memilih yang salah.
Orang banyak membebaskan Barabas, seorang pemberontak dan pembunuh; serta menyerahkan Yesus yang tidak bersalah untuk disalibkan.

Salib bukan tentang betapa baiknya kita, tetapi tentang Yesus yang rela menggantikan orang-orang yang bersalah.
Ketika Yesus mati, tabir Bait Suci terbelah dua. Ini menandakan bahwa jalan kepada Allah kini terbuka. Keselamatan tidak lagi bergantung pada ritual, usaha religius, atau ruang ibadah, tetapi pada Kristus yang tersalib. Bukan manusia yang menembus hadirat Allah, melainkan Allah sendiri yang membuka jalan.
๐ค Pertanyaan Reflektif:
1. Ketidakadilan apa yang paling membekas di hatimu saat ini, dan sudahkah itu sungguh-sungguh kamu serahkan kepada Tuhan?
(Tips Respons ๐ก: Ingatkan anak Anda bahwa Yesus memahami ketidakadilan karena Ia sendiri mengalaminya.)

2. Saat merasa gagal atau โtidak cukup baikโ, apakah respons pertamamu menjauh dari Tuhan atau datang kepada-Nya?
(Tips Respons ๐ก: Tekankan bahwa karena Kristus sudah membuka jalan, kita boleh datang kepada Allah apa adanya.)

โ GOSPEL CONNECTION:
Di salib, Yesus Sang Anak Allah ditolak manusia supaya kita diterima Allah. Ia merasa ditinggalkan Bapa supaya kita tidak pernah merasa sendirian. Melalui kematian-Nya, jalan kepada Allah dibuka lebar. Salib bukan tentang betapa baiknya kita, melainkan tentang betapa baiknya Yesus yang rela menggantikan orang-orang berdosa seperti kita.

๐๐ผ Sebagai Gospel People, kitaโฆ
1. Tidak merasa sendirian saat mengalami ketidakadilan, karena Yesus pernah mengalaminya dan kini menyertai kita.
2. Berani datang kepada Tuhan apa adanya, karena keselamatan kita didasarkan pada karya Kristus, bukan kelayakan diri.