Jesus Enters Jerusalem

✨Jesus Enters Jerusalem✨

📖 Ayat Bacaan: Lukas 19:28–44; 1 Korintus 3:16–17

📝 Ringkasan Khotbah:

Yesus masuk Yerusalem sebagai Raja, tetapi bukan Raja sesuai ekspektasi manusia. Ia tidak datang untuk mempermudah hidup, melainkan untuk mengubah hidup. Sering kali kita menginginkan Yesus yang berguna bagi rencana kita, bukan Tuhan yang berdaulat atas hidup kita.

Yesus Sang Raja datang bukan hanya untuk menyelamatkan, tetapi untuk menyucikan dan memulihkan. Ia bukan hanya membenarkan status kita, tetapi rindu menguduskan hidup kita.

🤔 Pertanyaan Reflektif:

1. Apakah saya mengikuti Yesus karena Dia berguna bagi saya, atau karena Dia adalah Tuhan atas saya? (Tips Respons: Ingatkan anak Anda bahwa Yesus layak diikuti bukan karena apa yang Ia beri, tetapi karena Ia lebih indah dari hal apapun).

2. Apakah saya lebih memilih kenyamanan dan hidup dalam dosa, daripada hati yang diubahkan Tuhan? (Tips Respons: Ingatkan anak Anda bahwa kasih Tuhan bukan sekadar memberi rasa nyaman, tetapi bekerja mengubahkan hati).

✝ GOSPEL CONNECTION:

Yesus Sang Raja rela ditolak supaya kita diterima. Di dalam kemanusiaan-Nya, Ia rela mengalami kehilangan damai saat di taman Getsemani, supaya kita mendapat damai. Ia rela masuk ke dalam kegelapan, supaya kita dimampukan hidup dalam terang Injil. Dia Raja yang tidak mencari takhta, tetapi memilih salib, agar hidup kita benar-benar diubahkan oleh kasih karunia-Nya.

🙌🏼 Sebagai Gospel People, kita…

1. Tidak melihat Tuhan sebagai sesuatu yang berguna, tetapi sebagai Pribadi yang berdaulat penuh atas kehidupan kita.

2. Sadar bahwa Tuhan datang bukan hanya untuk menyelamatkan, tetapi untuk terus menguduskan kita agar semakin serupa dengan-Nya.