JESUS SHARES THE LORD'S SUPPER

Jesus Shares the Lord’s Supper ✨

πŸ“– Ayat Bacaan: Lukas 22:14–23

πŸ“ Ringkasan Khotbah:

Saat malam Perjamuan Paskah, Yesus menunjukkan kerinduan-Nya untuk duduk semeja dengan murid-murid-Nya sebelum Ia menderita. Ia tahu akan ada pengkhianatan, penyangkalan, dan salib, namun Ia tidak menjauh. Yesus mendekat, bukan karena murid-murid-Nya setia, tetapi justru karena mereka rapuh.

Melalui roti dan cawan, Yesus memanggil kita untuk mengingat karya salib-Nya. Mengingat Kristus bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi membentuk cara hidup hari ini. Karena hati manusia tidak netral, jika kita tidak secara aktif mengingat Kristus, maka hati kita akan mengingat hal-hal yang lain yang perlahan membentuk hidup kita.

πŸ€” Pertanyaan Reflektif:

1. Saat hidup sedang berat, apakah respons pertamamu mendekat kepada Tuhan atau justru menjauh?

  (Tips Respons πŸ’‘: Ingatkan anak Anda bahwa Tuhan tidak menjauh saat kita lemah; justru Ia mengundang kita untuk datang kepada-Nya.)

2. Dalam keseharianmu, hal apa yang paling sering mengambil tempat Yesus di hatimu?

  (Tips Respons πŸ’‘: Bantu anak Anda melihat bahwa apa yang paling sering diingat dan dikejar, itulah yang perlahan membentuk arah hidupnya.)

✝ GOSPEL CONNECTION:

Injil tidak berhenti pada kegagalan manusia, tetapi apa yang Yesus lakukan. Yesus tetap setia meskipun dikhianati, disangkal, dan ditinggalkan. Seperti Paskah di Mesir, darah Anak Domba menyelamatkan umat dari perbudakan. Di salib, darah Yesus tercurah, murka Allah dialihkan, dan kita dibebaskan dari dosa. Perjamuan Kudus ialah cara Tuhan mengingatkan kita akan salib yang sudah terjadi dan Kerajaan Allah yang akan datang.

πŸ™ŒπŸΌ Sebagai Gospel People, kita…

1. Mendekat kepada Tuhan bahkan di saat sulit, bukan menjauh.

2. Mengingat Kristus setiap hari, bukan hanya di gereja.

3. Tetap setia, meski hidup kita belum sempurna.