Jesus is Questioned

✨ Jesus Is Questioned ✨

πŸ“– Ayat Bacaan: Markus 12:18–37

πŸ“ Ringkasan Khotbah:

Dalam Markus 12, para pemimpin agama datang kepada Yesus dengan pertanyaan jebakan. Mereka mengandalkan logika mereka, tetapi Yesus menyingkapkan dua masalah hati manusia: kita sering membatasi kuasa Allah dengan logika, dan mereduksi standar Allah menjadi aturan yang kita pikir mampu kita lakukan.

Yesus menegaskan bahwa Allah berkuasa atas maut dan bahwa perintah terbesar, yaitu mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan adalah standar yang tidak mampu kita genapi sendiri. Karena itu, kita dipanggil berhenti mengandalkan logika dan ketaatan diri, dan bersandar pada Kristus yang taat dan mengasihi dengan sempurna bagi kita.

πŸ€” Pertanyaan Reflektif:

1. Bagian apa tentang Tuhan atau iman Kristen yang paling sulit kamu terima secara logika, dan bagaimana kebenaran bahwa Allah melampaui pikiran kita menolongmu mempercayai-Nya? (Tips Respons πŸ’‘: Ingatkan anak Anda bahwa kita kekristenan tidak menolak akal budi, tetapi mengakui bahwa Allah jauh lebih besar daripada logika manusia.)

2. Apa bedanya sekadar tahu tentang Yesus dan sungguh-sungguh mempercayai Yesus dalam hidupmu? (Tips Respons πŸ’‘: Ingatkan anak Anda bahwa mengenal Yesus bukan hanya soal tahu banyak hal, tetapi bersandar dan taat kepada-Nya.)

✝ GOSPEL CONNECTION:

Yesus bukan sekadar guru atau pemimpin. Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Ia mengasihi Bapa dengan segenap hidup-Nya, dan mengasihi kita seperti diri-Nya sendiri, bahkan sampai rela mati di kayu salib. Melalui ketaatan dan kasih Kristus yang sempurna, kita diselamatkan oleh anugerah, bukan oleh kemampuan kita.

πŸ™ŒπŸΌ Sebagai Gospel People, kita…

1. Hidup taat bukan untuk diselamatkan, tetapi sebagai respons syukur atas anugerah keselamatan.

2. Mengenal dan mengasihi Tuhan dengan akal budi, sambil rendah hati mengakui bahwa Allah melampaui pemahaman kita