God Answers a Confused Prophet
Ayat Bacaan:
Habakuk 1:2-13 & 3:17-19
Ringkasan Khotbah:
Seorang nabi bernama Habakuk bergumul dengan Tuhan. Dia ingin melihat umat Tuhan dipulihkan secara rohani. Namun, dia mempertanyakan mengapa Tuhan membiarkan umat-Nya berbuat dosa tanpa konsekuensi. Tetapi Habakuk belajar percaya kepada Tuhan yang akan memperbaiki segala sesuatu.
Mungkin kita bergumul tentang kalau Tuhan ada mengapa ada kejahatan dan penderitaan? Kesalahan fatal yang sering kita lakukan adalah menilai kasih dan keadilan Tuhan menurut versi kita sendiri. Ketika hidupmu sedang tidak baik-baik saja, bukan berarti Tuhan diam dan melupakanmu (Roma 8:28).
Apapun yang kita alami saat ini, Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik. Sukacita sejati seharusnya berakar dari kasih Allah kepada kita, bukan berdasarkan keadaan yang kita alami.
Pertanyaan Diskusi:
1. Keadaan apa yang kamu alami saat ini yang membuatmu kehilangan sukacita dan pengharapan? Tips Respons (Ambillah waktu untuk anak remaja Anda merenungkan keadaan apa yang membuatnya kehilangan sukacita dan pengharapan? Apakah dalam sekolah, di rumah, di lingkungan pertemanannya, atau dalam relasinya dengan Anda sebagai orang tua.)
2. Ketika kamu mengalami masalah, apakah kamu membawanya dalam doa kepada Tuhan? Tips Respons (Bimbing anak remaja Anda untuk melihat bahwa keadaan buruk/situasi yang sulit dalam hidupnya bukan berarti Allah tidak peduli kepadanya. Bantu dia untuk melihat bahwa ia dapat mempercayakan seluruh hidupnya kepada Tuhan, melalui doa, sebab Tuhan selalu bekerja untuk mendatangkan kebaikan.)
3. Bagaimana keindahan Injil dapat menyadarkan kita akan kasih setia Allah? Tips Respons (Tuntun anak remaja Anda untuk menyadari bahwa penderitaan dan kesulitan yang dia alami dipakai Tuhan untuk mengajarkan kita dapat terus bersandar pada-Nya. Kesetiaan Tuhan tidak akan pernah gagal dan itu Ia buktikan dalam pengorbanan-Nya di salib dan Dia selalu menyertai kita.)
Christ Connection:
Habakuk melihat dan mengalami penderitaan dan ketidakadilan dan memohon kekuatan kepada Allah. Yesus yang tidak bersalah rela mengalami ketidakadilan dan penderitaan saat disalibkan. Di taman Getsemani, Dia berdoa supaya kita yang mengalami ketidakadilan dan penderitaan dapat dikuatkan di dalam Kristus.