The Rebuilding Of The Temple

The Rebuilding of the Temple

Ayat Bacaan:

Hagai 1:1-6; 2:6-9

Ringkasan Khotbah:

Firman ini berisi tentang umat Allah yang sedang membangun kembali Bait Allah setelah peristiwa pembuangan, tetapi mereka kecewa karena bangunan itu tidak semegah Bait Allah yang lama.

Mungkin kita selalu bertanya, “Apa sih rencana Tuhan dalam hidupku?” “Kenapa semuanya terasa tidak pasti?” Kita suka mencari pelarian untuk menutupi masalah, dan tidak berlari kepada Tuhan yang mampu menyelesaikan masalah.

Dalam dunia ini semua yang bisa diguncangkan akan diguncangkan. Ketika semua terguncang dalam ketidakpastian, hanya Tuhan yang tetap teguh, berdaulat, dan setia menopang hidup kita dengan janji-Nya yang tak tergoyahkan.

Pertanyaan Diskusi:

1. Apakah kamu suka mencari pelarian untuk menutupi masalah? Tips Respons (Ambillah waktu untuk anak remaja Anda merenungkan apakah saat masalah datang dalam hidupnya, dia memilih untuk menutupi masalah itu? Bantu dia memahami bahwa ada Tuhan yang dapat memberikannya hikmat menyelesaikan setiap permasalahan).

2. Apakah kamu  menaruh harapan kepada hal yang sementara? Dapatkah kamu melihat pengharapan di dalam Kristus? Tips Respons (Bimbing anak remaja Anda untuk mengerti bahwa tidak ada satu pun yang dapat memberikan pengharapan sejati di luar Kristus. Kristuslah landasan dan harapan yang kokoh yang tidak akan tergoncang oleh apapun. Ajak dia untuk percaya bahwa Kristus adalah harapan yang sejati saat menjalani kehidupan ini).

3. Bagaimana kebenaran Injil meneguhkan kita untuk percaya dan bersandar penuh kepada Kristus? Tips Respons (Tuntun anak remaja Anda untuk menyadari bahwa sebagai anak Tuhan artinya kita memiliki Roh Tuhan yang tinggal bersama kita (Hag. 2:6). Bahkan Kristus sendiri menggenapi janji ini saat dia menyelesaikan permasalahan dosa dan memberikan kedamaian sejati lewat kebangkitan-Nya. Dan Ia memberikan Roh Kudus yang menyertai kita selama-lamanya).

Christ Connection:

Allah menjanjikan kepada bangsa Israel bahwa Roh-Nya tetap tinggal di tengah-tengah mereka, sehingga mereka tidak perlu takut lagi (Hag. 2:6). Dan Yesus menggenapi janji ini, saat Ia mengosongkan diri-Nya dengan rela mengambil rupa seorang hamba untuk memberikan kedamaian sejati melalui Roh Kudus yang tinggal dan menyertai kita selama-lamanya (Yoh. 1:14-16).