✨Jesus Tells the Kingdom Parables ✨
📖 Ayat Bacaan: Matius 13:44-46
📝 Ringkasan Khotbah:
Yesus berkata bahwa Kerajaan Allah seperti harta terpendam di ladang dan mutiara yang sangat berharga. Mengapa berharga? Karena kerajaan Allah memberi kasih sejati tanpa syarat, sukacita yang kekal, dan identitas yang teguh. Kalau kita memahami keindahannya kerajaan Allah, maka hal-hal lain tidak lagi seindah sebelumnya.
Itu sebabnya, orang-orang dalam cerita Yesus, setelah menemukan harta itu, tidak hanya kagum, tapi bertindak. Ia menjual segala yang dimilikinya demi mendapatkan harta berharga itu. Begitu juga dengan kita, jika kita sudah mengenal Kristus, seharusnya kita pun rela melepaskan hal-hal lain yang menjauhkan diri kita dari Kristus (ego, ambisi, kesenangan sesaat).

🤔 Pertanyaan Reflektif:
1. Apakah kasih, sukacita, dan identitasmu masih kamu sandarkan pada Kristus, atau pada penerimaan dan prestasi dunia? (Tips Respons💡: Ajak anak Anda merenungkan, “Hal apa yang paling bikin kamu merasa berharga akhir-akhir ini?” Kemudian arahkan percakapan pada perbedaan antara rasa berharga dari dunia dan dari Kristus yang tidak berubah).
2. Apakah aku rela meninggalkan hal-hal yang membuatku jauh dari Tuhan? (Tips Respons💡: Anda bisa mulai dengan cerita pribadi: “Kadang Papa/Mama juga sulit melepaskan sesuatu yang Tuhan tidak suka… kamu pernah merasa begitu juga nggak?).

✝ GOSPEL CONNECTION:
Yesus terlebih dahulu “melepaskan” (meninggalkan) kerajaan Allah bagi kita, dengan rela mati di kayu salib bagi kita (Flp. 2:6–8). Yesus adalah Pedagang Sejati yang rela “menjual segalanya” demi mendapatkan kita, orang yang tidak layak ini.
Sehingga, ketika kita sadar betapa besar kasih yang membuat Kristus meninggalkan segalanya demi kita, barulah kita tersadarkan bahwa dunia ini tidak lebih berharga daripada Kristus.

🙌🏼 Sekarang, sebagai orang-orang berinjil...
1. Hati kita hanya terpikat kepada Kristus.
2. Kita Rela memberi segalanya karena tahu Kristus sudah lebih dulu memberi segalanya untuknya.
3. Hati kita dipenuhi kasih, hidup kita menunjukkan kejujuran, dan tindakan kita membawa damai.
