Jesus Is Transfigured ✨
📖 Ayat Bacaan: Matius 17:1-13
📝 Ringkasan Khotbah:
Suatu hari Yesus mengajak Petrus, Yohanes, dan Yakobus naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di sana, wajah Yesus bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya berubah bersinar seperti terang (ay. 2). Kemudian, nampaklah Musa dan Elia di sana. Melalui penglihatan itu, Allah Bapa sedang menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah, sekaligus puncak dan penggenapan seluruh hukum Taurat dan nubuatan para nabi.
Setelahnya, Yesus berkata bahwa seperti Yohanes pembaptis yang menderita dan dibunuh, Dia pun akan menderita dan dibunuh; karena itulah tujuan Ia datang ke dalam dunia. Yesus ingin mereka sadar, bahwa menjadi pengikut Kristus, itu berarti mereka juga perlu rela memikul salib demi Dia.

🤔 Pertanyaan Reflektif:
1. Kalau Yesus sudah menunjukkan kemuliaan dan kasih-Nya yang begitu besar buat kamu, kenapa kamu masih sering merasa perlu buktiin diri di depan orang lain supaya dianggap ‘berharga’? (Tips Respons💡: Ajak anak Anda menceritakan kapan terakhir kali mereka merasa harus “terlihat keren” di depan teman-teman. Dorong mereka menyadari bahwa kasih Yesus sudah membuat mereka berharga, bahkan sebelum mereka membuktikan apa pun.)
2. Apa hal ‘kecil’ yang Tuhan sedang panggil kamu untuk korbankan atau relakan demi taat kepada-Nya, tapi kamu masih sulit untuk menyerahkan itu? (Tips Respons💡: Ajak anak Anda berpikir, “Kalau Yesus sudah rela menyerahkan segalanya buat kita, kira-kira apa satu langkah kecil yang bisa kamu ambil minggu ini buat taat kepada-Nya?).

✝ GOSPEL CONNECTION:
Sesungguhnya kemuliaan Kristus ditunjukkan paling jelas, bukan hanya di puncak gunung, tetapi di puncak salib. Di sana, wajah-Nya bukan bercahaya, tapi berlumur darah. Tubuh-Nya bukan bersinar, tapi penuh luka.
Dunia berpikir “kemuliaan” berarti sukses, terkenal, disorot, dan gak pernah gagal. Tapi, Yesus menunjukkan bahwa kemuliaan sejati justru tampak lewat penolakan, penderitaan, pengorbanan, bahkan kematian. Dia melakukan itu semua, supaya kita tidak perlu lagi mengejar kemuliaan yang fana, melainkan menikmati kemuliaan yang sejati di dalam-Nya.

🙌🏼 Sekarang, sebagai orang-orang yang sudah mengalami kemuliaan Yesus lewat karya salib…
1. Kita mengikut Yesus apa adanya, bukan ada apanya.
2. Kita memahami bahwa kemuliaan sejati lahir dari pengorbanan.
3. Kita hidup dalam pengharapan akan kemuliaan yang kekal.