Jesus Walks On Water

✨Jesus Walks On Water✨

📖 Ayat Bacaan: Matius 14:22-33

📝 Ringkasan Khotbah:

Kisah Yesus berjalan di atas air, lebih dari sekadar tentang kurangnya iman Petrus kepada Yesus, tetapi tentang tangan Yesus yang terulur untuk menyelamatkan Petrus yang memandang (berfokus) pada hal yang salah. Sebab, iman yang benar bukanlah soal besar atau kecilnya, tetapi kepada siapa iman itu ditujukan (objek imannya).

Yesus ingin mengatakan kepada kita bahwa badai kehidupan akan selalu datang dalam hidup kita, tetapi terlepas dari itu semua, Dia ingin kita belajar untuk melihat, merenungkan, memusatkan perhatian, dan bersandar kepada Dia yang mengendalikan segalanya.

🤔 Pertanyaan Reflektif:

1. Apa atau siapa yang seringkali menjadi objek dari imanmu (apakah itu situasi? Jika objek itu bukan Kristus, mengapa kamu lebih mempercayainya? Apa yang dijanjikannya kepadamu?

(Tips Respons💡: Ajak anak Anda untuk jujur dengan menceritakan juga pengalamanmu sendiri tentang hal-hal yang kadang lebih kamu percayai lebih dari Tuhan, misalnya: keluarga, teman/sahabat, validasi, atau prestasi kita)?

2. Apakah memiliki iman yang besar itu penting? Jika iya, mengapa? Jika tidak, mengapa?

(Tips Respons💡: Ajak anak berpikir lewat contoh sehari-hari—bahwa yang penting bukan seberapa besar iman kita, tapi siapa yang kita percayai).

✝ GOSPEL CONNECTION:

Kisah ini adalah gambaran Injil. Petrus yang seharusnya tenggelam, diselamatkan oleh kasih karunia Allah. Yesus, yang berhak berdiri tegak di atas air, memilih untuk “tenggelam” bagi kita, menanggung semua dosa kita sampai mati. Dia menanggung penderitaan yang seharusnya kita alami.

Ketika kita berdiri di hadapan-Nya hari ini, kita diingatkan bahwa diri kita tidak didefinisikan oleh masa lalu kita yang berdosa, tetapi oleh apa yang telah Kristus sudah lakukan di masa lalu: disalibkan, mati, dan bangkit kembali, sehingga kini kita memiliki pengharapan yang kekal.

*🙌🏼 Sekarang, sebagai orang-orang yang hidup di dalam Injil,?

1. Kamu masih terus berproses supaya semakin bergantung dan semakin dalam  mengenal Kristus Kristus.

2. Kamu sadar bahwa inti dari iman Kristen bukanlah pada kekuatan imanmu, tetapi pada Objek darimu, yaitu Kristus, yang senantiasa menuntun dan menopang.

3. Identitasmu tidak berdasarkan masa lalumu, tetapi oleh apa yang telah Kristus lakukan bagimu di masa lalu.