Jesus Feeds a Multitude✨
📖 Ayat Bacaan: Yohanes 6:1-15
📝 Ringkasan Khotbah:
Kisah mukjizat 5 roti dan 2 ikan ini terjadi menjelang hari raya Paskah Yahudi (Yoh. 6:4), moment bagaimana Allah telah memelihara nenek moyang mereka di padang gurun dengan memberi manna, roti dari surga. Lewat mukjizat ini, Yesus ingin mereka mengenal siapa Dia sesungguhnya, yaitu Sang Roti Kehidupan.

1. Ketika logika bertabrakan dengan realita.
Yesus ingin menguji iman Filipus dan murid-murid lainnya (Yoh. 6:6), apakah mereka percaya bahwa Yesus mampu mencukupi kebutuhan yang tampaknya mustahil?
Filipus menghitung dengan logika ekonomi: “Dua ratus dinar tidak cukup.” Sedangkan Andreas, pun tidak paham dan berkata, “Apa artinya 5 roti dan 2 ikan untuk orang sebanyak ini?” (Yoh 6:7-8). Seringkali kita membatasi kuasa Tuhan tak terbatas dengan logika kita yang terbatas.

2. Kekurangan di tangan Tuhan dijadikan kelimpahan.
Yesus melibatkan para murid dalam peristiwa itu, supaya mereka sendiri benar-benar mengalami (mukjizat) Tuhan itu secara pribadi.
Seringkali kita tahu tentang Tuhan, tapi belum mengalami Tuhan. Kita bisa dengar firman Tuhan, tapi lebih percaya perkataan dunia. Padahal, Tuhan bisa pakai kekurangan dan kelemahanmu sebagai alat untuk menunjukkan Pribadi-Nya melalui hidupmu.
🤔 Pertanyaan Reflektif:
1. Apa yang selama ini paling cepat bikin kamu “kenyang”, tapi cuma sebentar aja? (Tips Respons💡: Mulailah dengan menceritakan pengalaman pribadi Anda, misalnya saat Anda dulu mengejar penerimaan, pujian, prestasi, yang ternyata itu sifatnya sementara).
2. Kapan terakhir kali kamu merasa hidupmu “penuh”, bukan karena hal-hal yang kamu punya, tapi karena mengalami Kristus? (Tips Respons💡: Misalnya, saat firman Tuhan menguatkan hati mereka yang sedang khawatir akan sesuatu, supaya anak Anda belajar melihat kehadiran Kristus dalam kesehariannya).

3. Apa langkah praktis yang dapat kamu lakukan supaya dapat terus mengalami kepuasan dalam Kristus? (Tips Respons💡: Misalnya, dengan terus-menerus merenungkan Injil lewat daily devotion, youth service, CG, dan banyak hal lainnya).
✝ GOSPEL CONNECTION:
Peristiwa ini adalah penggenapan dari Ulangan 18:25, bahwa Yesus adalah Musa yang lebih besar, bukan hanya membagi roti, tapi menjadi Roti Hidup.
Sang Roti Hidup itu merelakan tubuh-Nya “dipecahkan” di kayu salib bagi dunia yang lapar rohani, supaya di dalam-Nya kita mengalami kepuasan yang sejati.

🙌🏼 Jadi sekarang…
Kalau hari ini kamu sedang kelaparan rohani, datanglah kepada-Nya. Yesus tidak berjanji memberikan semua yang kamu mau, tapi Dia berjanji memberi diri-Nya sendiri dan itu sudah cukup untuk memberikanmu kepuasan yang dunia tak bisa berikan.