DOA YANG DIBENTUK OLEH ANUGERAH
MAZMUR 17–20

 

Anda dapat berdoa supaya Roh Kudus membentuk hati Anda, sehingga setiap pikiran dan keinginan Anda berkenan kepada Tuhan.

 

Doa bisa menjadi sesuatu yang sulit dipahami. Di satu sisi, doa tampak sebagai tindakan iman yang murni kepada Allah, mengucapkan kata-kata kepada Pribadi yang tidak dapat kita lihat atau dengar secara langsung. Namun di sisi lain, doa juga bisa menjadi kesempatan bagi berhala-berhala dalam hati kita untuk muncul ke permukaan. Dan doa bukanlah sekadar membawa daftar kebutuhan kepada Tuhan lalu meminta-Nya menyetujui semua rencana kita. Doa yang sejati adalah penyerahan seluruh keinginan dan hasrat kita kepada rencana dan kehendak sempurna Bapa surgawi.

 

Di dalam doa, sering kali terjadi pergumulan di hati kita: apakah kita sungguh mencari Tuhan, atau sebenarnya hanya mencari apa yang kita inginkan dari Tuhan? Apakah kita datang dengan hati yang menyembah dan berserah, atau hanya membawa tuntutan dan keinginan pribadi? Karena itu pemazmur mengatakan demikian: “Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.” (Mzm. 19:15).

 

Mazmur 19:15 menunjukkan bahwa kita hidup dari apa yang menguasai hati kita. Apa yang memerintah hati akan memengaruhi pikiran, keinginan, pilihan, perkataan, dan tindakan kita. Kehidupan yang memuliakan Allah tidak dimulai dari tindakan yang benar, tetapi dari hati yang mengasihi dan menyembah Dia. Perkataan kita mengikuti arah hati kita. Pilihan-pilihan kita lahir dari keinginan dan keputusan hati kita. Karena itu, kita memuliakan Tuhan ketika kita memohon agar setiap renungan hati kita diubahkan oleh anugerah-Nya sehingga berkenan kepada-Nya.

 

Namun kita juga harus mengakui bahwa dengan kekuatan sendiri, kita tidak dapat menghasilkan hati yang berkenan kepada Allah. Kita membutuhkan anugerah yang menyelamatkan, mengampuni, mengubahkan, dan membebaskan. Di sinilah Injil menjadi kabar yang sangat indah. Mazmur 19:15 menemukan penggenapannya yang sempurna di dalam Yesus Kristus. Seluruh hidup-Nya berkenan kepada Bapa. Setiap perkataan, pikiran, motivasi, dan tindakan-Nya sepenuhnya taat kepada kehendak Allah. Ia hidup dengan sempurna bagi kita.

 

Melalui kematian-Nya sebagai korban yang sempurna dan kebangkitan-Nya yang penuh kemenangan, kita diterima oleh Allah bukan karena kesempurnaan hati kita, tetapi karena kebenaran Kristus yang diberikan kepada kita. Karena itu, saat kita berdoa memohon hati yang berkenan kepada Tuhan, kita tidak berdoa sebagai orang yang berusaha mendapatkan penerimaan Allah. Kita berdoa sebagai anak-anak yang sudah diterima di dalam Kristus.

 

Ketika hati kita masih bergumul, ketika motivasi kita belum murni, dan ketika doa-doa kita masih bercampur dengan keinginan diri sendiri, Injil mengingatkan bahwa pengharapan kita bukan terletak pada kualitas hati kita, melainkan pada kesempurnaan Yesus. Maka berdoalah memohon hati yang berkenan kepada Allah, tetapi beristirahatlah dalam kenyataan bahwa di dalam Kristus, Anda sudah diterima oleh Bapa. Itulah anugerah yang memberi kekuatan untuk terus bertumbuh dalam ketaatan dan penyembahan kepada-Nya.

 

Refleksi
Bacalah Yohanes 15:16–17 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 17-20