TUHAN YANG ADIL
MAZMUR 9–16
Tuhan yang memerintah atas segala sesuatu adalah Tuhan yang adil dan benar untuk selama-lamanya. Karena itu, keadilan dan kebenaran-Nya tidak akan pernah berakhir.
Di dalam hati setiap manusia ada kerinduan akan keadilan. Kita semua pernah merasakan sakitnya diperlakukan tidak adil. Ada orang yang difitnah atas sesuatu yang tidak ia lakukan. Ada yang ditolak karena latar belakang atau penampilannya. Ada yang menjadi korban kejahatan, pengkhianatan, atau ketidakjujuran. Kadang kita juga melihat orang yang berbuat salah justru terlihat menang, sementara orang yang hidup benar terus bergumul dan terluka. Di saat-saat seperti itu, hati kita sering bertanya, “Di mana keadilan?”
Mazmur menunjukkan bahwa Tuhan tidak menutup mata terhadap jeritan itu. Dalam kitab Mazmur, kita melihat dengan jujur bagaimana umat Tuhan membawa rasa sakit, kebingungan, dan pergumulan mereka kepada-Nya. Mazmur mengingatkan bahwa hidup beriman bukanlah perjalanan yang mudah, melainkan perjalanan yang sering kali penuh pergumulan. Iman bukan berarti hidup tanpa pertanyaan atau tanpa pergumulan. Perjalanan iman sering kali penuh air mata, peperangan hati, ketakutan, dan lembah yang gelap.
Namun Mazmur tidak membiarkan kita berhenti dalam keputusasaan. Di tengah dunia yang rusak oleh dosa, ada satu pengharapan yang tetap teguh: Tuhan adalah Hakim yang benar. “Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran. Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.” (Mzm. 9:8–10).
Mazmur 9 menegaskan bahwa takhta Allah berdiri untuk selama-lamanya. Ia bukan hakim yang lalai atau penguasa yang tidak peduli. Ia melihat setiap ketidakadilan yang terjadi, mendengar setiap seruan umat-Nya, dan menghakimi dunia dengan sempurna menurut kebenaran-Nya. Meskipun saat ini kita tidak selalu melihat keadilan ditegakkan sebagaimana yang kita harapkan, Allah tidak pernah kehilangan kendali atas dunia yang Ia ciptakan.
Dalam terang Injil, pengharapan ini menjadi semakin jelas. Di salib Kristus kita melihat bahwa Allah tidak mengabaikan dosa dan ketidakadilan. Dosa benar-benar dihukum, tetapi hukuman itu ditanggung oleh Kristus bagi umat-Nya. Salib menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang adil sekaligus Allah yang penuh kasih karunia. Dan melalui kebangkitan Kristus, kita memiliki kepastian bahwa suatu hari nanti segala sesuatu yang salah akan dipulihkan. Akan tiba hari ketika Kristus datang kembali sebagai Hakim yang benar, dan kebenaran akan menang sepenuhnya.
Karena itu, ketika Anda merasa diperlakukan tidak adil, ketika doa-doa Anda seolah belum terjawab, atau ketika orang jahat tampak berhasil sementara Anda terus bergumul, jangan kehilangan pengharapan. Allah mendengar seruan Anda. Tidak ada air mata yang luput dari perhatian-Nya, tidak ada ketidakadilan yang tersembunyi dari pandangan-Nya. Di dalam Kristus, Anda memiliki tempat perlindungan yang aman pada masa kesesakan. Dan karena Kristus telah menang, Anda dapat hidup dengan keyakinan bahwa pada akhirnya keadilan Allah akan dinyatakan dengan sempurna bagi kemuliaan-Nya dan kebaikan umat yang dikasihi-Nya.
Refleksi
Bacalah Amos 5:18–24 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 9-16