KEBENARAN KITA DI DALAM KRISTUS
YEREMIA 23-25

 

Kita tidak memiliki kebenaran kita sendiri untuk dibanggakan. Karena itu, satu-satunya pengharapan kita adalah kehadiran dan kebenaran Kristus yang sempurna bagi kita.

 

Pernahkah Anda merasa lelah melihat begitu banyak berita buruk setiap hari? Belum selesai satu kabar menyedihkan, sudah datang kabar lainnya. Kejahatan, ketidakadilan, penderitaan, dan berbagai persoalan seolah tidak pernah berhenti. Pernikahan yang seharusnya penuh kasih dan pengertian justru dipenuhi konflik. Pergumulan dalam membesarkan anak membuat Anda merasa tidak berdaya. Anda melihat keadaan moral di sekitar semakin memprihatinkan. Atau mungkin Anda sudah terlalu sering mendengar tentang pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaan dan pemimpin gereja yang mengecewakan. Di tengah semua itu, kita bertanya, “Sebenarnya, apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki semua ini?”

 

Ada kalanya dunia terasa begitu gelap sehingga kita bertanya-tanya, di manakah pemimpin yang benar-benar bijaksana dan dapat dipercaya? Adakah seseorang yang sanggup membawa manusia kembali ke jalan yang benar? Adakah sesuatu yang dapat dilakukan untuk menghentikan kejahatan dan memulihkan dunia yang telah begitu rusak? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bukanlah sesuatu yang baru.

 

Pada zaman Yeremia, umat Allah juga sedang berada dalam keadaan yang sangat gelap. Kejahatan dan ketidaksetiaan memenuhi kehidupan mereka. Masa depan tampak suram, bahkan seolah-olah kehancuran umat Tuhan sudah semakin dekat. Namun, justru di tengah keadaan seperti itulah melalui nabi Yeremia Allah menyampaikan sebuah berita pengharapan. Pengharapan itu bukan berasal dari munculnya pemimpin manusia yang lebih baik. Bukan pula dari kebijaksanaan, kekuatan, atau kemampuan manusia untuk menyelesaikan semua masalah. 

 

Allah berfirman: “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita.” (Yer. 23:5–6).

 

Mungkin kita bertanya, “Bagaimana janji tentang seorang raja bagi Israel dapat menjadi penghiburan bagi kita hari ini?” Jawabannya adalah janji ini bukan sekadar berbicara tentang seorang raja manusia. Raja itu disebut "Tunas adil bagi Daud." Ia akan memerintah dengan hikmat, melakukan keadilan dan kebenaran, menyelamatkan umat-Nya, dan memberikan keamanan kepada mereka. Para penulis Perjanjian Baru memahami bahwa perkataan Yeremia ini menunjuk dan digenapi di dalam Yesus Kristus (lihat Mat. 2:2; Luk. 1:32; 19:38; Yoh. 1:49).

 

Yesus adalah Raja yang berbeda dari semua pemimpin manusia. Pemimpin dunia dapat gagal. Orang yang kita percaya dapat mengecewakan. Bahkan orang-orang yang seharusnya menjadi teladan dapat jatuh dalam dosa. Tetapi Kristus adalah Raja yang benar-benar adil, kudus, bijaksana, dan tidak pernah gagal. Lebih dari itu, Yesus bukan hanya Raja yang memberikan keadilan kepada kita. Dia sendiri menjadi kebenaran kita.

 

Nama yang diberikan kepada Raja itu adalah "TUHAN keadilan kita." Ini sangat penting bagi kita, karena masalah terbesar manusia bukan hanya bahwa dunia di sekitar kita tidak benar. Masalah terbesar kita adalah bahwa kita sendiri tidak benar di hadapan Allah. Kita mungkin mudah melihat kesalahan pemimpin, pasangan, keluarga, teman, atau orang-orang di sekitar kita. Tetapi ketika kita berdiri di hadapan Allah yang kudus, kita menyadari bahwa kita pun membutuhkan belas kasihan. Kita tidak memiliki kebenaran yang cukup untuk membenarkan diri kita sendiri. Kita membutuhkan kebenaran dari luar diri kita. Dan itulah yang diberikan Kristus.

 

Yesus menjalani kehidupan yang sepenuhnya benar menggantikan kita. Ia menaati Bapa dengan sempurna ketika kita gagal menaati-Nya. Ia menanggung hukuman yang seharusnya kita terima di kayu salib. Dan melalui iman kepada-Nya, kebenaran Kristus diperhitungkan kepada kita. Karena itu, pengharapan kita bukanlah, "Aku akan berusaha menjadi cukup baik." Pengharapan kita adalah, "Kristus adalah kebenaranku." Betapa melegakannya Injil bagi setiap kita yang lemah ini.

 

Jadi ketika berita buruk terus memenuhi hidup kita, jangan biarkan hati kita hanya terpaku pada apa yang sedang terjadi di dunia. Ingatlah berita terbaik bahwa ada Seorang Raja yang Benar, dan Dia sedang memerintah. Ketika pemimpin manusia mengecewakan, Kristus tidak mengecewakan. Ketika dunia terasa tidak adil, Kristus menegakkan keadilan-Nya. Ketika kita merasa tidak cukup baik, Kristus adalah kebenaran kita. Dan Ketika masa depan terasa tidak pasti, Kristus tetap memegang kendali.

 

Hari ini, jangan menaruh pengharapan Anda pada dirimu sendiri atau pada kemampuan manusia untuk memperbaiki segala sesuatu. Pandanglah Kristus, Sang Tunas yang Adil, Raja yang sempurna, dan "TUHAN keadilan kita." Di dalam Dia, kita tidak hanya menerima pengampunan, tetapi juga menerima kebenaran yang tidak pernah dapat kita hasilkan sendiri. Karena Kristus adalah Raja kita, kita memiliki alasan untuk tetap berharap, tetap percaya, dan tetap setia, bahkan di tengah dunia yang semakin gelap.

 

Refleksi
Bacalah Lukas 4:16–21 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 23-25