RENCANA ALLAH TETAP BAIK
YEREMIA 26-29

 

Rencana Allah bagi anak-anak-Nya tidak pernah jahat. Dia bekerja untuk kebaikan kita, memberikan masa depan dan pengharapan, bahkan ketika proses yang kita jalani terasa begitu berat.

 

Kita sering kali ingin mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Kita ingin tahu kapan masalah akan selesai, kapan doa akan dijawab, kapan keadaan akan berubah, dan seperti apa masa depan kita. Kita ingin hidup yang jelas, aman, dan dapat kita kendalikan. Namun, sering kali Allah tidak memberikan seluruh jawabannya sekaligus. Dia hanya meminta kita untuk percaya kepada-Nya dan berjalan bersama-Nya, bahkan ketika kita belum memahami seluruh rencana-Nya.

 

Yeremia 29 tidak hanya menceritakan sejarah bangsa Israel ketika mereka berada dalam pembuangan di Babel. Bagian ini juga menunjukkan kepada kita siapa Allah dan bagaimana Dia bekerja terhadap umat-Nya. Allah berfirman: “Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.” (Yer. 29:10-14).

 

Perhatikan bahwa janji ini diberikan kepada bangsa yang sedang berada dalam pembuangan. Mereka tidak sedang menikmati kehidupan yang mudah. Mereka kehilangan tanah, kota, rumah, dan kebebasan mereka. Mereka mungkin bertanya-tanya mengapa Allah membiarkan semua itu terjadi. Namun, pembuangan bukanlah tanda bahwa Allah telah meninggalkan mereka. Disiplin Allah bukan berarti Allah berhenti mengasihi umat-Nya. Justru karena Dia kudus dan mengasihi mereka, Dia tidak membiarkan mereka terus hidup dalam pemberontakan.

 

Sebelum pembuangan terjadi, Allah sudah berkali-kali memperingatkan umat-Nya melalui para nabi. Mereka terus-menerus menolak firman Tuhan, mengikuti allah-allah lain, dan mengeraskan hati. Karena itu, Allah membawa disiplin atas mereka. Tetapi disiplin tersebut bukanlah akhir dari cerita. Karena Allah tidak sedang menghancurkan umat-Nya, Dia sedang memurnikan dan membawa mereka kembali kepada-Nya.

 

Tujuh puluh tahun adalah waktu yang sangat panjang. Bagi orang-orang yang mengalaminya, mungkin terasa seperti Allah telah melupakan mereka. Tetapi bagi Allah, tujuh puluh tahun itu tidak membatalkan janji-Nya. Allah tetap setia bekerja menurut waktu-Nya sendiri.

 

Di sinilah kita perlu berhati-hati ketika membaca ayat, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu..." Ayat ini bukan janji bahwa kehidupan orang percaya akan selalu berjalan mudah atau bahwa setiap masalah akan segera selesai sesuai keinginan kita. Justru konteksnya menunjukkan sesuatu yang lebih dalam yaitu Allah tetap memiliki rencana yang baik bahkan ketika umat-Nya sedang melewati masa yang tidak baik.

 

Kadang-kadang kita mengira bahwa jika Allah mengasihi kita, maka Dia harus segera mengeluarkan kita dari penderitaan. Tetapi Yeremia 29 menunjukkan bahwa Allah dapat memakai masa yang panjang dan sulit untuk mengerjakan sesuatu yang lebih besar dalam diri umat-Nya. Dan semua ini mengarahkan kita kepada Injil.

 

Di dalam Yesus Kristus, kita melihat bukti terbesar bahwa rencana Allah bagi umat-Nya adalah baik. Salib pada awalnya tampak seperti kekalahan. Yesus ditolak, disiksa, dan dibunuh. Para murid mungkin mengira bahwa semuanya telah berakhir. Namun, justru melalui salib itulah Allah sedang mengerjakan keselamatan terbesar. Apa yang tampak seperti kekalahan ternyata menjadi kemenangan. Apa yang tampak seperti akhir ternyata menjadi awal kehidupan baru. Salib mengajarkan kita bahwa kita tidak selalu dapat menilai kebaikan Allah berdasarkan keadaan yang sedang kita alami. Allah dapat sedang mengerjakan sesuatu yang indah bahkan ketika kita belum mampu melihatnya. Karena itu, ketika hidup terasa tidak sesuai dengan rencana kita, kita tidak perlu kehilangan pengharapan. Masa depan kita tidak berada di tangan keadaan, tetapi di tangan Allah yang setia.

 

Mungkin hari ini kita sedang berada dalam "Babel" kita sendiri berupa masa yang tidak kita pilih, keadaan yang tidak kita inginkan, atau proses yang tidak kita mengerti. Kita mungkin bertanya, "Tuhan, kapan ini selesai?" Allah mungkin tidak langsung memberikan jawabannya. Tetapi Dia memberikan sesuatu yang lebih penting: janji bahwa Dia tidak meninggalkan kita. Dia tetap bekerja. Dia tetap mendengar ketika kita berseru. Dia tetap dapat ditemukan ketika kita mencari-Nya dengan segenap hati dan Dia tetap memegang masa depan kita. Jika Allah telah memberikan Anak-Nya sendiri untuk menyelamatkan kita, kita dapat percaya bahwa bahkan dalam masa-masa sulit, Dia tidak sedang meninggalkan kita.

 

Hari ini, ketika Anda belum memahami apa yang sedang Allah kerjakan, tetaplah percaya. Ketika doa belum dijawab, tetaplah berdoa. Ketika proses terasa panjang, tetaplah bertahan. Rencana Allah tidak pernah jahat, dan kesetiaan-Nya tidak bergantung pada kesetiaan kita. Di dalam Kristus, kita memiliki masa depan yang penuh pengharapan, bukan karena hidup ini selalu mudah, tetapi karena Allah yang memegang hidup kita tidak pernah gagal.

 

Refleksi
Bacalah Roma 8:26–30 untuk pendalaman lebih lanjut dan jawablah pertanyaan reflektif hari ini:

 

  1. Apa yang Anda pelajari tentang Tuhan dari renungan ini?
  2. Apa yang Anda pelajari tentang dirimu dari renungan ini?
  3. Apa yang perlu Anda pertobatkan dan terapkan hari ini?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 26-29