DAMAI DI TENGAH KEKACAUAN
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. – Yohanes 16:33
Yesus tidak pernah menjanjikan kepada para pengikut-Nya hidup tanpa kesulitan. Tidak ada satu pun bagian dalam perkataan-Nya yang mengatakan bahwa karena Ia telah datang, mati, bangkit, dan naik ke surga, dunia ini akan menjadi tempat yang lebih damai atau hidup kita akan menjadi lebih nyaman. Justru sebaliknya, Ia berkata kepada kita: “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan.”
Terkadang kita ingin memaksakan sekarang apa yang sebenarnya baru dijanjikan untuk nanti—yaitu untuk masa kekekalan yang sudah Kristus janjikan kepada kita. Kita mungkin ingin menuntut janji-janji seperti kekayaan, kesembuhan total, atau tidak adanya penderitaan hari ini, padahal Allah bermaksud menyatakan sepenuhnya hal-hal itu di masa yang akan datang. Benar, Kerajaan-Nya sudah masuk ke dalam dunia melalui kedatangan Kristus. Namun kita masih menantikan pemenuhannya secara sempurna. Dan jika kita salah menyangka bahwa Allah menjanjikan hari ini apa yang sebenarnya Ia janjikan bagi kekekalan, maka kita pasti akan kecewa. Bahkan kita bisa tergoda untuk berpaling dari-Nya karena merasa Ia tidak menepati apa yang sebenarnya tidak pernah Ia janjikan.
Namun sekalipun kita akan menghadapi kesusahan dan tekanan saat ini justru karena kita mengikuti Yesus sebagai Raja kita, kita tetap memiliki pengharapan akan damai sejati di dunia ini. Paulus menulis, “Sebab kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Rm. 5:1). Ini adalah damai dengan Allah yang sudah bisa kita miliki sekarang. Damai ini membebaskan kita dari rasa takut akan hukuman, dari rasa bersalah, dan dari semua kegelapan yang telah Kristus tanggung di kayu salib.
Injil adalah “kabar baik tentang damai sejahtera melalui Yesus Kristus” (Kis. 10:36). Kita memang masih menghadapi berbagai pencobaan. Kita akan mengeluh dan menderita di bawah beban dosa—baik dosa kita sendiri maupun dosa orang lain. Namun di dalam kabar baik Injil, kita memiliki damai yang sejati dan teguh, bahkan di tengah masa yang paling kacau. Yesus berkata, “Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14:27). Mungkin hari ini kita tidak merasa demikian, tetapi Tuhan kita, Yesus, telah mengalahkan dunia beserta segala kesusahannya. Memang hari itu belum tiba—hari ketika Ia akan menghapus setiap air mata dari mata kita—tetapi kita tahu pasti hari itu akan datang, sebab tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggagalkan kemenangan terakhir-Nya.
Dan sementara kita menunggu hari itu tiba, kita tahu bahwa Yesus berjalan bersama kita, memberi kekuatan melalui Roh-Nya, dan menopang kita dalam setiap pergumulan. Pencobaan apa pun yang kamu hadapi hari ini, yakinlah bahwa Dia sanggup menuntunmu melewatinya—sebab Dia telah mengalahkan dunia. Kuatkanlah hatimu!
Refleksi
Bacalah Yohanes 16:25-33 dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Kebenaran Injil mana yang mengubahkan hati saya?
2. Hal apa yang perlu saya pertobatkan?
3. Apa yang bisa saya terapkan hari ini?
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 4-6; Lukas 15:1-10